Terbakarnya Kapal Batumandi di Perairan Merak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memotret Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). Foto: Rikardo/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga memotret Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). Foto: Rikardo/ANTARA FOTO

Asap hitam membubung tinggi dari atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang melayani penyeberangan Merak-Bakauheni. Kapal yang membawa 420 penumpang itu terbakar di Perairan Pulau Merak Besar ketika hendak sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon pada Selasa (20/10) sekitar pukul 16.15 WIB.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Adale mengungkap ada percikan api dari bagian belakang kapal atau di dek atas tempat parkir kendaraan kecil sebelum terjadinya kebakaran KMP Batumandi di Perairan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10).

Menurut Windy, kapal feri KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dengan tujuan Pelabuhan Merak, Cilegon. Namun, sekitar pukul 16.15 WIB, kapal terbakar saat dalam proses alun sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak.

"Petugas darat melihat ada percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muat kendaraan kecil," kata Windy dalam keterangannya, Selasa (20/10).

Meski begitu, Windy menyampaikan sampai saat ini pihaknya masih belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

Semua Penumpang Selamat

Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo. Foto: kumparan

Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengungkap jika KMP Batumandi bermuatan 420 orang dan 89 kendaraan.

Diakui Heru, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa ada luka yang berat. Sebagian korban telah dipulangkan ke tujuannya masing-masing dengan difasilitasi oleh pihak ASDP menggunakan bus.

"Alhamdulillah seluruh penumpang telah dievakuasi selamat semuanya, dan sebagian sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, kami fasilitasi," kata Heru saat melakukan tinjauan di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon pada Selasa (20/10) malam.

Namun, diakui Heru, saat ini pihaknya tengah melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan pihak Jasa Raharja untuk menghitung kerugian materil para penumpang, terutama yang barang-barang pribadi hingga kendaraannya yang ikut terbakar.

"Untuk kerugian yang akan ditanggung oleh kami, sementara ini masih kami data. Dan nanti kami akan memberikan pergantian bersama nanti Jasa Raharja, dan ini masih dalam proses pendataan," ujar Heru.

Disampaikan Heru, saat ini kobaran api di KMP Batumandi sudah berhasil dipadamkan dan tinggal menunggu hasil investigasi yang akan dilakukan oleh KNKT dan aparat kepolisian guna mencari tahu penyebab pasti terjadinya kebakaran.

"Kapal alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan, dan tentunya kalau kapal sudah padam itu semakin mempermudah bagi KNKT maupun kepolisian untuk segera melakukan investigasi sehingga kita jadi tahu penyebab terjadinya insiden," ucap Heru.

Kaget Lalu Lompat ke Laut

Petugas mendata penumpang korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi usai dievakuasi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). Foto: Rikardo/ANTARA FOTO

Diki salah satu penumpang mengatakan saat kejadian dia sedang tertidur. Tiba-tiba dikagetkan dengan keriuhan kapal terbakar.

Dia mengaku takut saat melihat api di kapal dan langsung loncat ke laut untuk menyelamatkan diri.

"Saya enggak tahu jam berapa. Tadi saya lagi posisi di bawah, lagi tidur. Saya langsung loncat dari kapal, langsung nyelam," ujarnya kepada wartawan di Pelabuhan Merak.

Saat mengapung di tengah lautan itu, Diki diselamatkan oleh sekoci. "Ditolong sama sekoci," ucapnya.

Asap Muncul dari Bagian Belakang Kapal

KMP Batumandi yang melayani penyeberangan Merak-Bakauheni terbakar di Pelabuhan Merak, Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Berdasarkan kesaksian penumpang, api muncul dari bagian belakang kapal. Asap hitam mengepul.

"Asap tebal, dari bagian belakang. Saya posisi di bagian bawah kapal," ujar Rizki salah satu penumpang selamat saat ditemui di Dermaga 6 Pelabuhan Merak.

Rizki mengungkapkan asap tebal membuatnya panik. Ia yang berada di bagian bawah kapal langsung ke bagian atas untuk menghindari asap.

"Saya lihat asap tebal, langsung naik ke bagian atas kapal. Di atas semua penumpang sudah pakai pelampung," ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Kawasan Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KSKP) Merak Iptu Agie Dwisetio Putra mengungkapkan berdasarkan laporan terakhir kapten kapal sudah dievakuasi.

"Berdasarkan laporan terakhir kapten kapal sudah dievakuasi," katanya.

Penumpang kapal sebagian dibawa ke Dermaga 6 Pelabuhan Merak. Selain itu ada juga yang dievakuasi ke Puskesmas Merak.

"Ada yang dibawa ke Puskesmas Merak," katanya.

Berebut Pelampung

Novianti (52) bersama putrinya selamat dalam peristiwa terbakarnya KMP Batumandi di Perairan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10). Foto: Dok. kumparan

Novianti (52) bersama putrinya Fiorenja (10) selamat dalam peristiwa terbakarnya KMP Batumandi di Perairan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10).

Novianti bercerita, ketika kapal tak lama lagi bersandar di Pelabuhan Merak, suara sirene terdengar.

Ia mengaku tidak sadar dengan bunyi sirene tersebut. Namun sang anak tercengang dengan bunyi tersebut dan memberitahu Novianti telah terjadi kebakaran di kapal.

"Anak saya bilang ada kebakaran. Saya langsung gandeng anak saya ke arah keluar, saya liat asap tebal," katanya Novianti saat ditemui di Dermaga 6 Pelabuhan Merak, Selasa (20/10).

Novianti mengatakan, saat itu tampak para penumpang berebut pelampung. Ia pun bergegas ikut berebut pelampung.

Saat itu, dalam pikiran Novianti, yang terpenting putrinya dahulu yang mendapatkan pelampung. Namun, syukurlah keduanya mendapatkan pelampung.

"Berebut mau dapat pelampung, saya berebut juga. Yang terpenting anak saya harus dapat. Tapi akhirnya kami berdua dapat juga pelampung," ujarnya.

Setelah menggunakan pelampung ia bergegas menyelamatkan diri dengan meloncat menggunakan balon seluncur menuju sekoci.

"Harus satu-satu turunnya, yang penting anak saya dulu selamat, jadi anak saya duluan yang turun," ungkapnya.