Tetangga soal Sosok Dwi Pemutilasi Istri Siri-Anak Tiri: Baru Haji & Jarang Pulang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dwi Bagus Martono, tersangka kasus pembunuhan istri siri Dini Hardiyanti dan anaknya, AGEF, saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Dwi Bagus Martono, tersangka kasus pembunuhan istri siri Dini Hardiyanti dan anaknya, AGEF, saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Foto: Dok. Istimewa

Kasus dugaan pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang berinisial AGF (4) di Kota Madiun mengejutkan warga sekitar. Tersangka dalam kasus tersebut, Dwi Bagus Martono alias Tono (40), dikenal tetangganya sebagai sosok pendiam yang jarang berinteraksi dengan lingkungan.

Tono merupakan suami siri Dini sekaligus suami sah Martha Amalia Iflahah (34). Tono dan Martha diketahui tinggal di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, selama sekitar 10 hingga 13 tahun.

Menurut salah seorang tetangga, Sunarsih, Tono jarang berada di rumah karena alasan pekerjaan di luar daerah. Ia juga tidak banyak terlibat dalam kegiatan warga.

"Kalau Pak Tono itu orangnya enggak pernah bergaul sama lingkungan. Kerjanya katanya pelayaran, tapi kurang tahu. Jarang di rumah," ujar Sunarsih saat ditemui, Selasa (27/10).

Dwi Bagus Martono, tersangka kasus pembunuhan istri siri Dini Hardiyanti dan anaknya, AGEF, saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci. Foto: Dok. Istimewa

Berbeda dengan Tono, Martha yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar negeri di Kota Madiun dikenal lebih aktif bersosialisasi. Martha juga menjalin komunikasi yang baik dengan warga melalui kegiatan arisan dan perayaan hari besar nasional.

"Kalau Bu Martha itu guru statusnya. Kalau ada peringatan 17-an atau apa-apa, dia bagus, menyumbang banyak hadiah untuk anak-anak," tambahnya.

Sunarsih mengungkapkan, pasangan tersebut sempat menunaikan ibadah haji pada 2025. Martha juga telah lama membuka layanan bimbingan belajar (bimbel) di rumah mereka, yang hingga kini masih berjalan.

"Setahu saya pak Tono tahun 2025 lalu berangkat haji dengan bu Martha," ucapnya.

Menurut Sunarsih, aktivitas Martha terakhir kali diketahui warga pada Sabtu pagi. Sementara itu, Tono sudah jarang terlihat di lingkungan tempat tinggalnya.

Kasus dugaan pembunuhan Dini dan anak kandungnya kini ditangani kepolisian. Tono telah diamankan di Mapolda Jawa Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.