TNI soal Video Viral Penganiayaan Diduga Warga Aceh: Hoaks, Tak Ada Kaitannya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemukulan. Foto: Shutterstock

Pomdam Jaya memastikan video dugaan penganiayaan warga Aceh bernama Imam Masykur, yang tersebar di media sosial hoaks. Video tersebut turut diunggah Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni melalui akun Instagram pribadinya.

"Hoaks itu, tidak ada kaitannya," jelas Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar di Pomdam Jaya, Selasa (29/8).

Dalam video tersebut, seorang pria terlihat dianiaya di dalam mobil.

"Yang di dalam mobil itu hoaks. Ini yang hoaks ini," kata Irsyad sambil memperlihatkan video hoaks tersebut ke wartawan.

Danpomdam Jaya Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar sebut video penganiayaan yang disebar di akun Instagram Ahmad Sahroni Hoaks. Foto: Dok. Tangkapan Layar

Kasus Penculikan, Pemerasan, dan Penganiayaan Warga Aceh

Sebanyak tiga prajurit TNI bersama satu warga sipil terlibat kasus penganiayaan itu. Mereka juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Tiga ditahan di Pomdam Jaya dan satu warga sipil di Mapolda Metro Jaya.

Tampang tersangka penculikan dan penganiayaan yang berujung kematian mam Masykur yang dilakukan oleh 3 anggota TNI. Foto: TNI AD

Tiga prajurit TNI itu, yakni Praka Riswandi Manik (Anggota Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan); Praka HS (Anggota Direktorat Topografi TNI Angkatan Darat); dan Praka J (Anggota TNI di Kodam Iskandar Muda). Sementara 1 warga sipil merupakan kaka ipar Praka Riswandi Manik.

"Kakak ipar yang orang sipil, inisial MS, ini salah satu tersangka sipil kita serahkan ke Polda Metro," tutur Irsyad.