Wagub Rano Undang Raja dan Sultan se-Nusantara Hadiri HUT 5 Abad Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri Karnaval Sarendo Rendo di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri Karnaval Sarendo Rendo di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengundang para raja dan sultan dari seluruh Nusantara untuk berkunjung ke Jakarta pada 2027, bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-500 atau 5 abad Jakarta.

Menurut Rano, para raja dan sultan saat ini berada di Jakarta untuk mengikuti musyawarah. Ia mengundang mereka untuk menyaksikan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan di Ibu Kota.

“Kami menyambut kedatangan para Sultan dan Raja se-Nusantara. Terima kasih telah berkunjung ke Jakarta dalam rangka musyawarah. Kami memberikan bukti bahwa kecintaan Jakarta kepada budaya tidak akan pernah selesai,” kata Rano saat menghadiri Karnaval Sarendo Rendo di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (18/10).

“Dan insyaAllah tahun depan Jakarta akan berusia 500 tahun, 5 abad. Kami mengundang kembali para raja dan sultan Nusantara untuk datang ke Jakarta,” lanjutnya.

Rano mengatakan Pemprov DKI akan menyiapkan acara khusus jika para raja dan sultan kembali berkunjung pada perayaan lima abad Jakarta.

“Nah, jadi sekali lagi, saya ucapkan sekaligus mungkin kita mengundang kepada para sultan dan raja-raja Nusantara, kalau tahun depan dalam rangka 5 abad Jakarta mau berkunjung ke Jakarta, kita akan membuatkan event khusus,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri Karnaval Sarendo Rendo di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Rano ingin angkat keragaman budaya Jakarta

Rano menjelaskan, Karnaval Sarendo Rendo digelar untuk menyambut Hari Kebudayaan Nasional. Kegiatan ini menjadi wadah untuk melestarikan kebudayaan dan meningkatkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Menurut Rano, Jakarta memiliki keragaman budaya karena menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang.

“Karena kita sadar Jakarta ini bukan hanya Betawi, Jakarta ada Jawa, ada Bugis, ada Cina, ada Ambon, ada Bali, semuanya ada di sini,” kata Rano.

Ia menyebut Pemprov DKI menggelar program Jakarta Penuh Warna setiap dua bulan sekali untuk menampilkan beragam kebudayaan yang berkembang di Ibu Kota.

Melalui program tersebut, berbagai sanggar budaya dilibatkan untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kebudayaan kepada masyarakat.

Rano menilai pengembangan kebudayaan juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global.

Ia merujuk Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, yang mengatur kedudukan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global.

Menurut Rano, kekayaan budaya Jakarta dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan acara.

“Jakarta dengan kekayaan yang begitu luar biasa, melting pot-nya ada tempat berkumpul budaya, kita tinggal mengangkat saja,” tuturnya.