Wamensos Ajak IPM Perkuat Solidaritas dan Bangun Karakter Bangsa

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Magelang memperkuat solidaritas sosial, memperjuangkan kepentingan pelajar, serta membangun karakter bangsa melalui gerakan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Agus Jabo menegaskan, sebagai organisasi yang berbasis pelajar, IPM harus mampu mewakili aspirasi dan memperjuangkan kebutuhan para pelajar. Organisasi tidak cukup hanya menjadi wadah pengembangan diri, tetapi juga harus menjadi ruang pembentukan karakter dan penggerak perubahan di tengah masyarakat.
“IPM ini basisnya pelajar. Karena itu, IPM harus bisa mewakili kebutuhan pelajar. IPM juga merupakan wadah perjuangan dan gerakan untuk membentuk karakter bangsa. Gerakan inilah yang akan membentuk pikiran kita, jiwa kita, dan karakter kita,” ujar Agus Jabo saat menghadiri Opening Ceremony Musyawarah Daerah XX Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Magelang di GOR Gemilang, Kabupaten Magelang, Jum'at (23/10/2026).
Hal kedua yang menjadi perhatian Agus Jabo ialah penguatan rasa solidaritas dan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan, terutama keluarga miskin dan anak-anak yang mengalami hambatan mengakses pendidikan. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya dan mengambil bagian dalam mencari solusi.
“Apa yang menjadi persoalan masyarakat, kalian harus pahami, kalian harus bisa selesaikan. Kalau itu harus diselesaikan bersama pemerintah, komunikasikan dengan pemerintah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Karang Taruna, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Sinergi ini dapat membantu mengidentifikasi persoalan sosial, menjangkau keluarga yang membutuhkan, serta menghubungkan mereka dengan layanan dan program pemerintah yang sesuai.
Dalam bidang pendidikan, Agus Jabo mengajak para pelajar turut memperhatikan anak-anak yang belum bersekolah atau terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. IPM dapat berperan dengan mengenali kondisi di lingkungan sekitar, menyampaikan informasi kepada pihak terkait, dan membantu menghubungkan keluarga dengan pemerintah agar anak-anak memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kembali karakter kebangsaan yang berlandaskan iman, keikhlasan, dan semangat pengabdian. Menurutnya, gerakan pelajar harus melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap bangsa.
“Saya berharap IPM Magelang menjadi garda terdepan membangun kembali karakter kebangsaan dengan landasan iman dan keikhlasan,” ujarnya.
Ia berharap Musyawarah Daerah XX IPM Kabupaten Magelang menjadi momentum untuk memperkuat arah gerakan organisasi agar semakin relevan dengan kebutuhan pelajar dan masyarakat. Dengan memperjuangkan aspirasi pelajar, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun karakter bangsa, IPM diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan generasi muda yang berdaya dan peduli terhadap sesama.
