AHM Bicara Kans Pasar Roda Dua Nasional Bisa Tembus 8 Juta Unit

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana stan Astra Honda Motors (AHM) di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana stan Astra Honda Motors (AHM) di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

PT Astra Honda Motor (AHM) yakin pasar sepeda motor nasional bisa kembali ke level 7,5 juta sampai 8 juta unit per tahun. Angka itu nyaris setara rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni 8,04 juta unit pada 2011 silam.

Proyeksi ini disampaikan Direktur Pemasaran AHM, Octavianus Dwi Putro, saat ditemui di Milan, Italia, Rabu (4/11/2026).

"Semoga bisa 7,5. Ya mungkin akan menyentuh angka pernah tertinggi yang market motor pernah 7,8-8 juta (unit)," ujar Octavianus.

Untuk mencapai angka itu, pasar masih harus menempuh jalan panjang. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan penjualan motor nasional tahun ini minimal 6,5 juta unit. Jika tercapai, angka itu menjadi yang tertinggi sejak 2015, ketika penjualan tercatat 6.480.155 unit.

Astra Honda Motor (AHM) ikut ambil bagian di IMOS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Sampai September 2026, distribusi motor dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 5.016.421 unit. Menurut Ketua Umum AISI Thomas Wijaya, angka itu tumbuh 3,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Artinya, target AHM berada sekitar 1 juta hingga 1,5 juta unit di atas proyeksi AISI untuk tahun ini. Pasar motor Indonesia pernah berada di masa jaya. Data AISI mencatat penjualan naik dari 7,39 juta unit pada 2010 menjadi 8,04 juta unit pada 2011, rekor yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Setelah itu pasar mulai turun. Pada 2012 penjualan terkoreksi ke 7,06 juta unit, bertahan di kisaran 7 juta unit sampai 2014, lalu jatuh ke 6,48 juta unit pada 2015. Pada tahun-tahun berikutnya pasar sempat menyusut ke sekitar 5 juta unit per tahun, sebelum naik lagi ke kisaran 6 juta unit pada 2018 dan 2019.

Menurut Octavianus, proyeksi sebesar itu tidak bisa dicapai hanya dengan meluncurkan produk baru. Kuncinya adalah kemampuan pabrikan membaca perubahan perilaku konsumen dalam tiga hal: cara membeli (buying behavior), cara berkendara (riding behavior), dan pola mobilitas (mobility behavior).

Deretan motor Honda di IMOS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan

Ia menilai konsumen yang punya daya beli belum tentu langsung membeli kalau produk yang ditawarkan tidak sesuai kebutuhan spesifik mereka.

"Jadi mesti matching di situnya. Makanya mesti ngelihatin kan buying behavior, riding behavior, mobility behavior-nya itu mesti di-matching-nya," kata Octavianus.

Menurutnya, pemahaman soal perilaku konsumen ini tidak bisa dipisahkan dari ciri khas pasar Indonesia yang sangat bergantung pada perusahaan pembiayaan.

Sebagian besar transaksi motor di Tanah Air memakai skema kredit, sehingga akses dan kemudahan pembiayaan menentukan apakah pasar bisa terus menembus jutaan unit per tahun.

Dengan demikian kombinasi antara produk yang tepat sasaran dan ekosistem pembiayaan yang kuat bisa membawa pasar roda dua kembali ke level tertingginya.