Kawal KTT G20, Polisi Dibekali Motor Listrik yang Bisa Digeber 163 Km/jam

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Motor Listrik Zero DSR Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri . Foto: dok. NTMC Polri
zoom-in-whitePerbesar
Motor Listrik Zero DSR Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri . Foto: dok. NTMC Polri

Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November mendatang, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengerahkan ratusan kendaraan listrik, salah satunya adalah motor listrik.

Menjadi menarik, armada yang digunakan untuk mengawal agenda internasional tersebut adalah Zero DSR, motor listrik lansiran Amerika Serikat. Penggunaan sepeda motor listrik ini juga sekaligus sebagai bentuk Indonesia mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Mengutip dari laman resmi NTMC Polri, sebanyak 94 unit Zero DSR akan diterjunkan, serta Korlantas Polri melalui Subditwal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri menggelar pelatihan kemampuan personel menggunakan motor listrik tersebut di ISDC, Pusdiklat Lantas, Serpong, Banten.

Lantas, modal apa yang membuat Zero DSR dipercaya untuk menjadi armada pihak kepolisian selama KTT G20 di Bali? Simak ulasan spesifikasi dan fiturnya.

Secara umum, Zero DSR punya perawakan motor petualang yang mengedepankan desain tangguh, seolah siap untuk digunakan di berbagai medan.

Di balik rangkanya, bersemayam motor listrik Z-Force 750R Air-Cooled Brushless Motor yang memiliki kekuatan 52 kW, jika dikonversi setara dengan 70 dk dan torsi maksimum sebesar 157 Nm, mengutip dari laman resmi Zero Motorcycle.

Konfigurasi tersebut dapat membuat motor melaju hingga kecepatan puncak hingga 163 km/jam dengan daya jelajah sejauh 262 kilometer sekali isi ulang atau sejauh 326 kilometer untuk varian Power Tank.

Motor Listrik Zero DSR. Foto: dok. Zero Motorcycle

Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya listrik baterainya dari nol hingga penuh membutuhkan waktu sampai 9,8 jam atau 9,3 jam jika hanya sampai 95 persen.

Menyoal fitur, Zero DSR sudah menggunakan panel instrument canggih dengan layar TFT berukuran 5-inci yang menyajikan beragam informasi. Selain itu, pengguna dapat memanfaatkan fitur konektivitas pada gawai pintar untuk menghubungkannya ke Zero DSR.

Lanjut, pada sektor kaki-kaki, Zero DSR sudah menganut suspensi depan jenis upside down lansiran Showa. Sistem pengeremannya sudah dikawal dengan piranti keselamatan ABS dua kanal cakram dari modul Bosch generasi ke-9.

Dipadukan dengan velg berdiameter 19-inci, serta dibalut ban jenis dual purpose guna menunjang kapabilitasnya melibas berbagai jenis kontur jalan.

Layar TFT Motor Zero DSR. Foto: dok. Zero Motorcycles

Kemudian soal harganya, Zero DSR varian standar dilego sebesar 17.995 dolar AS atau setara dengan Rp 270 jutaan, sedangkan untuk varian Power Pack yang menjanjikan daya jelajah yang lebih jauh dijual dengan harga 20.890 dolar AS atau setara dengan Rp 313 juta.

Menariknya, di negara asalnya, Zero DSR mempunyai satu varian dengan paket lengkap khusus untuk armada kedinasan pihak kepolisian. Detail perbedaan yang paling terlihat ada pada windshield, hand guard, body guard, top and side box, dan sirine.

collection embed figure