Peugeot Pede Jual Skutik 125 cc Harga Rp 70 Jutaan, Ini Alasannya

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peugeot Jango Evo 125 Sport Silver. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peugeot Jango Evo 125 Sport Silver. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Peugeot Motorcycles Indonesia meluncurkan motor matik premium Django Evo 125 cc melalui PT Permata Otomotif Indonesia (POI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) dan distributor. Skutik ini hadir di tengah motor merek Eropa lain yang menaikkan kapasitas mesin produk premium mereka ke 150 cc.

Manager After Sales PT POI, Andri Suhardi, mengatakan bahwa pemilihan mesin 125 cc berlandaskan pada efisiensi dan mobilitas penggunaan yang lebih lincah untuk penggunanya.

“Kami melihat pabrikan lain menaikkan kapasitas mesin dan kami memilih jalur efisiensi. Dengan sasis yang lebih kecil, konsumsi bensin lebih irit dan tenaganya tetap besar. Motor ini juga lebih lincah dipakai di jalanan perkotaan,” buka Andri di Jakarta Selatan, Rabu (28/10).

Peugeot Jango Evo 125 Sport Silver dijual Rp 74 jutaan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Sebelumnya, Piaggio Indonesia lebih dulu menaikkan mesin Vespa Primavera dan Sprint dari 150 cc menjadi 180 cc. Varian LX 125 dan S 125 juga diganti menggunakan mesin 150 cc sehingga tidak ada lagi lini produk Vespa dengan mesin 125 cc.

Django Evo sendiri menggunakan mesin 125 cc dan dijual dalam dua varian, yaitu Allure dan Sport. Harga on the road (OTR) Jakarta Rp 71 jutaan untuk Allure dan Rp 74 jutaan untuk Sport.

“Pasar skuter premium sudah ramai dan ketat, merek Jepang pun punya segmentasi yang sama. Untuk merek Eropa, pasti sudah ada top of mind-nya. Kami tidak berusaha bersaing dengan cara yang sama," tambah Managing Director PT POI, Erlangga Djojosputro.

Ia menjelaskan, perusahaan tidak hanya mengandalkan pengalaman premium, tetapi juga menyasar konsumen yang menggunakan skuter untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Peugeot Django Evo 125 Allure Chery Red dijual Rp 71 jutaan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Untuk menjangkau pasar tersebut, Erlangga bilang perusahaan mengusung strategi pemasaran yang tidak konvensional dengan cara menjalin keterkaitan dengan dunia fashion, seni, dan galeri guna membangun ekosistem yang lebih menarik.

Menurutnya, peluang juga datang dari konsumen yang tidak terlalu mengikuti dunia otomotif, tetapi tertarik dengan Django Evo atau Django klasik karena warna, desain, dan gaya Eropa yang sesuai dengan gaya hidup mereka.

Adapun, seluruh unit Peugeot di Indonesia masih diimpor utuh (CBU). Django Evo berasal dari China, sedangkan Django Classic dan Café Racer berasal dari Vietnam, sementara unit premium Peugeot masih didatangkan dari Prancis.

"Kenapa Prancis itu masih ada terutama unit premium? Kami sangat menantikan ke depan, sekarang sedang ada perjanjian kerja sama Indonesia dan Prancis. Mungkin ke depan akan membawa angin segar untuk dunia otomotif, termasuk untuk pajak bea masuk. Itu yang saat ini kami sedang nantikan," pungkas Erlangga.