Rawat Mobil Eropa di Indonesia, Pemilihan Oli Tak Boleh Sembarangan

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mengganti oli mesin kendaraan. Foto: dok. Pertamina Lubricants
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengganti oli mesin kendaraan. Foto: dok. Pertamina Lubricants

Pemilik mobil Eropa di Indonesia perlu menyadari bahwasannya kondisi iklim tropis menuntut penanganan yang berbeda pada kendaraan, termasuk pemilihan oli mesin.

Pemilik bengkel spesialis Volvo Vota Motor, Oddo Harryson, mengatakan pemilik wajib memahami spesifikasi oli yang sesuai dengan kondisi penggunaan mobil. Menurut dia, hal ini masih kerap luput dari perhatian pemilik mobil Eropa, khususnya Volvo.

"Iklim tropis itu harus beda treatment, masih banyak yang belum sadar. Jadi memang harus dipahamin kalau iklim tropis beda SAE (tingkat kekentalan) oli," kata Oddo saat dijumpai kumparan di kawasan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Servis Volvo XC60. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Oddo menjelaskan, pemilik mobil sebaiknya membaca petunjuk penggunaan secara menyeluruh ketika menentukan oli. Ia mencontohkan, buku manual dapat mencantumkan spesifikasi oli tertentu sekaligus memberikan rekomendasi berbeda untuk mobil yang digunakan di iklim tropis.

"Jadi kalau kebanyakan juga yang awam, 'Oh ini olinya di buku 0W sekian nih', tapi enggak baca halaman berikutnya. Kalau tinggal di iklim tropis, olinya harus yang lebih kental," ujarnya.

Selain oli mesin, perhatian serupa juga diperlukan pada oli transmisi matik. Oddo mengatakan, beberapa model Volvo memiliki kebutuhan perawatan khusus, terutama pada transmisi dengan teknologi berbeda yang membutuhkan spesifikasi oli tertentu.

Salah satu contohnya adalah Volvo XC60 generasi pertama yang menggunakan transmisi dual clutch. Menurut Oddo, transmisi tersebut membutuhkan oli khusus dan interval penggantian yang perlu diperhatikan agar kondisinya tetap terjaga.

Pembongkaran mesin mobil matik di Bengkel Dokter Mobil Transmisi di Jakarta Utara. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

"Itu satu-satunya mobil Volvo yang masuk Indonesia pake dual clucth. Kebanyakan salah perawatan karena itu harus ekstra soalnya pake oli khusus. Saya lupa tahun berapa, itu saat dia masuk ke bengkel olinya belum ada yang jual di sini," tuturnya.

Ia menjelaskan, transmisi matik dual clucth juga memiliki jumlah kampas kopling yang lebih sedikit. Bila rusak, akan langsung terasa dengan ciri-ciri bergetar saat akselerasi awal hingga mengalami selip.

Dalam praktik perawatan di bengkelnya, Oddo mengaku memilih mempercepat jadwal penggantian oli mesin maupun oli transmisi otomatis. Ia menyebut penggantian oli umumnya dilakukan pada rentang 15-20 ribu kilometer, tetapi dirinya memilih interval yang lebih singkat.

"Banyak yang bilang 'Supaya cepat ganti oli, balik lagi ke bengkel' nggak begitu. Walaupun pake oli sintetik juga nggak tahu cara mengemudinya gimana. Oli mesin saya bikin tiap 5 ribu kilometer ganti, oli matik 7,5-10 ribu kilometer. Sejauh ini aman-aman saja yang ngikutin saran saya," tuntasnya.