Sinyal Toyota Indonesia Siapkan Mobil Listrik Baru

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wujud mobil listrik murni Toyota bZ4X Touring yang meluncur di Jepang. Foto: Toyota
zoom-in-whitePerbesar
Wujud mobil listrik murni Toyota bZ4X Touring yang meluncur di Jepang. Foto: Toyota

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membeberkan sinyal kehadiran calon mobil listrik murni baru atau battery electric vehicle (BEV) untuk pasar domestik. Hal ini diungkapkan setelah pertemuan dengan Kementerian Perindustrian.

Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan ekosistem manufaktur kendaraan elektrifikasi. Setelah berhasil dengan hybrid electric vehicle (HEV), pabrikan kini menatap lebih matang ke mobil listrik murni.

"Mengenai BEV, kami sekarang sudah punya perakitan produksi baterai di Indonesia. Kami juga sedang menyiapkan untuk ke depannya mudah-mudahan ada BEV yang cocok dengan pasar Indonesia," ucap Nandi ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta.

Setidaknya tiga model sudah diperkenalkan dan dijual secara resmi di Tanah Air. Pertama model bZ4X BEV yang juga sudah dibuat di fasilitas TMMIN, kemudian ada Urban Cruiser BEV dan bZ4X Touring BEV.

"Kami terus berusaha untuk menyiapkan lini produksi yang efisien agar ke depannya produk BEV yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan ekspektasi dan pasar Indonesia," pungkas Nandi Julyanto.

Pemerintah minta Toyota perluas produk BEV di Indonesia

Toyota Urban Cruiser di GJAW 2025. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mendorong agar Toyota Indonesia dapat mengembangkan proses manufaktur baterai yang tidak hanya berfokus pada model hibrida, tetapi juga untuk model listrik murni.

"Kita di Kementerian Perindustrian menekankan supaya Toyota juga lebih concern lagi ke electric vehicle. Di samping sekarang hibrida sudah berjalan dan kita punya komitmen mengusulkan insentif untuk mobil hibrida, kita minta ke Toyota supaya melangkah lebih jauh ke full electrical," kata Sarmuji di tempat yang sama.

Kesiapan infrastruktur dan ekosistem industri baterai dalam negeri yang dinilainya kian matang menjadi modal utama bagi Indonesia untuk menarik penambahan investasi baru. Sarmuji bilang ekosistem manufaktur lokal sudah sangat siap untuk menopang produksi mobil listrik murni garapan Toyota.

"Kenapa? Karena ekosistem baterai kita kan sudah sangat maju dan pemerintah sangat concern ke sana. Ternyata Toyota juga sudah punya pabrik baterai hibrida yang diekspor ke negara lain, tapi kita minta bukan hanya hibrida melainkan melangkah ke full baterai," jelasnya.