Tekan Emisi dan Biaya Logistik, Periklindo Dorong Insentif untuk EV Komersial

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Press Conference Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Senayan, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Press Conference Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Senayan, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 akan digelar pada 29 Oktober sampai 1 November 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Lewat pameran ini, Periklindo mendorong pemerintah untuk memberi insentif bagi kendaraan listrik (EV) komersial.

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, mengatakan salah satu tujuan PEVS tahun ini untuk mendorong insentif EV komersial. Menurutnya, EV bukan hanya transisi, tapi juga transformasi secara menyeluruh.

"Mobilitas masa depan adalah yang efisien dan bersih, itu target kami. Ke depan harus memikirkan, bagaimana mobilitas masa depan juga pemerintah concern memberikan insentif ke EV komersial. Selama ini hanya passenger saja, ini yang perlu kita dorong," katanya di Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Moeldoko menyebut insentif EV punya dua tujuan, yaitu mengurangi subsidi dan menekan emisi karbon dioksida (CO2). Kendaraan niaga dinilai memiliki kontribusi besar pada kedua hal tersebut.

Kategori kendaraan listrik dalam Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Senayan, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia menuturkan, armada komersial banyak memakai bahan bakar minyak (BBM) dan menghasilkan emisi CO2. Karena itu, menurut Moeldoko, kendaraan komersial semestinya juga menjadi sasaran pemberian insentif.

“Harapan kami, karena biaya logistik dan rantai pasok masih relatif tinggi, penggunaan EV bisa menekan biaya itu. Kami menyampaikan kepada pemerintah, kalau ada pemberian insentif, kendaraan komersial dimasukkan. Bentuknya bisa sama dengan kendaraan penumpang, yaitu pengurangan pajak,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung menyampaikan bahwa perkembangan kendaraan listrik di tahun ini cukup besar. Dari populasi awal sebesar 5 persen, kini telah mencapai 19 persen.

"Awalnya sangat sedikit mungkin kurang 5 persen, tapi sekarang populasinya sudah sampai 19 persen. Tahun 2024 penjualan mobil listrik itu hanya 99 ribu unit, tahun 2025 sudah sampai 150 ribu unit. Sampai Agustus 2026 kemarin, penjualan kendaraan listrik sudah mencapai 101 ribu unit," terangnya.

3 zona mobilitas dalam Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Senayan, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026

PEVS 2026 menjadi edisi kelima dan kembali digelar di lokasi yang sama dengan empat tahun terakhir. Penyelenggara melanjutkan konsep B2B (antarpelaku usaha), B2C (ke konsumen), dan B2G (ke pemerintah). Tahun ini pengunjung bisa masuk tanpa registrasi dan tanpa tiket alias gratis.

“Tahun ini kami memperkenalkan program menarik untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik nasional, yaitu cashback untuk setiap pembelian baik roda dua maupun roda empat. Program ini pertama kali kami perkenalkan di Balikpapan dan diterima sangat baik oleh konsumen. Kami berharap program ini kembali jadi daya tarik bagi konsumen yang hadir di PEVS,” lanjut Daswar.

Deretran brand yang hadir dalam Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Senayan, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Nilai cash back mencapai Rp 200 juta. Mekanismenya bisa diikuti lewat Instagram, dan pengunjung menunjukkan bukti pembayaran untuk mendapat cashback. Penyelenggara berharap program ini mengubah calon pembeli menjadi pembeli yang menandatangani surat pemesanan kendaraan (SPK).

Sebanyak sembilan merek mobil ikut meramaikan PEVS 2026, yaitu BAIC, BYD, Chery, Danza, DFSK, MAB, MG, Polytron, dan Wuling. Sementara untuk motor setrum, ada Alva, Honda, Indomobil, Polytron, Selis, dan United. Berbagai merek industri pendukung lainnya turut hadir dalam ajang tersebut.