Kumparan Logo

Kini 'Jam Kiamat' Tunjukkan Waktu 2 Menit Menuju Tengah Malam

kumparanSAINSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Waktu (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Waktu (Foto: Thinkstock)

Jam Kiamat atau Doomsday Clock adalah sebuah jam yang menjadi simbol jarak menuju kiamat akibat perbuatan manusia. Saat ini, jam itu menunjukkan waktu dua menit menuju tengah malam.

Pada 24 Januari lalu Bulletin of the Atomic Scientists (BAS), organisasi yang menilai kemajuan ilmu pengetahuan dan risikonya pada manusia, menunjukkan 'waktu' baru dari Jam Kiamat.

Dilansir Science Alert, BAS menunjukkan bahwa waktu Jam Kiamat sekarang adalah dua menit menjelang tengah malam. Di jam tersebut tengah malam berarti kita telah mencapai 'kiamat' akibat suatu tindakan kita sendiri, entah itu akibat perang nuklir ataupun polusi.

Terakhir kali Jam Kiamat begitu dekat dengan tengah malam adalah saat terjadi percobaan bom hidrogen oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 1953, yang memulai era lomba senjata nuklir.

Sekarang Jam Kiamat kembali begitu dekat dengan tengah malam akibat gagalnya para pemimpin dunia memberikan respons efektif menghadapi masalah yang ada.

Masalah seperti ancaman penggunaan senjata nuklir dan juga perubahan iklim telah membuat para peneliti di BAS membuat jam ini makin mendekati tengah malam sebanyak 30 detik.

"Pada 2017, kita melihat penggunaan bahasa yang sembrono telah menyebabkan bertambah panasnya situasi berbahaya dalam dunia nuklir," ujar Rachel Bronson, presiden dan CEO dari BAS.

Ia menambahkan bahwa mengecilkan penilaian atas perubahan iklim dan tantangan global lainnya juga tidak memberikan kebijakan yang lebih baik.

Menurut para ahli, ancaman terbesar bagi umat manusia pada tahun lalu datang dari nuklir.

Ilustrasi ledakan nuklir (Foto: Giphy)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ledakan nuklir (Foto: Giphy)

Kemajuan dari senjata nuklir Korea Utara, kurangnya negosiasi antara AS dan Rusia, ketegangan antara Pakistan dan India, serta ditambah dengan kontroversi mengenai perjanjian nuklir Iran menyebabkan kondisi yang cukup suram bagi umat manusia.

"Dengan merenggangnya hubungan AS-Rusia, tidak banyak kemajuan yang bisa dicapai di banyak tempat," kata Bronson.

Untuk pertama kalinya, dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada negosiasi antara AS-Rusia mengenai senjata nuklir.

Selain itu, bidang perubahan iklim juga terlihat suram. Emisi karbon dioksida global terus meningkat dan respons yang diberikan dunia telah gagal mengatasi hal ini.

Ilustrasi perubahan iklim. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perubahan iklim. (Foto: Pixabay)

Tetapi janganlah berkecil hati dan buru-buru panik. Sebab, Jam Kiamat ini bukanlah sebuah 'ramalan', melainkan lebih kepada sebuah peringatan.

"Kita telah memberikan pernyataan jelas bahwa kita merasa dunia telah menjadi lebih berbahaya," ujar Lawrence Krauss, ahli fisika dari Arizona State University.

"Kami tidak menjadikan jam ini sebagai penanda malapetaka yang suram, tetapi sebagai sebuah kesempatan bagi pemerintah dan publik untuk mendiskusikan isu-isu yang penting."