Cerita Ni Kadek Dhinda: Berlatih Jam 3 Pagi demi Meraih Mimpi

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Foto: Dok. PBSI
zoom-in-whitePerbesar
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Foto: Dok. PBSI

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, bertekad terus menekuni bulu tangkis. Cita-cita besarnya: Juara Olimpiade. Demi mengasah terus kemampuannya, ia kerap berlatih jam 3 pagi.

Dhinda pernah menjalani kebiasaan itu pada 2020 saat pandemi COVID-19 masih merebak. Ketika itu banyak GOR bulu tangkis di daerah DKI Jakarta harus tutup karena tidak diperbolehkan untuk menggelar aktivitas.

"Semua GOR enggak boleh dipakai. Terus habis itu ada GOR yang mau bantu kita. Tetapi latihannya itu dari jam 3 pagi sampai jam 6 pagi," katanya, Kamis (22/10).

"Jadi Dhinda bangun jam 1 pagi, habis itu ya Dhinda bikin sarapan sendiri, bikin susu sendiri. Belum lagi, perjalanannya sekitar 45 menitan ke GOR, dari asrama ke GOR sama pelatih berdua," tambahnya.

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Foto: Dok. PBSI

Bangun pukul 01.00 WIB lalu berlatih pukul 03.00 WIB dijalaninya selama tiga bulan sampai empat bulan. Ia mengaku selalu bangun lebih awal dibandingkan rekan-rekannya.

"Saat itu prestasi saya di level nasional lumayan baik. Dari pelatih minta agar tetap menjaga performa. Walaupun sedang pandemi Covid-19 harus tetap latihan. Jujur saat latihan, gangguan hantu di GOR sering saya alami, setiap mau latihan ya ada rasa takut," terangnya.

Kegigihannya untuk tetap menekuni bulu tangkis karena ingin membanggakan orang tuanya. Salah satunya menaikkan derajat papa dan mamanya yang telah mendukung kariernya di bulu tangkis.

"Iya, yang pasti banggain diri sendiri, untuk menjamin masa depan, terus ya menaikkan derajat keluarga karena keluarga Dhinda juga bukan keluarga orang punya. Jadi Dinda ingin nanti pas Dhinda udah sukses, ingin Papa-Mama tuh udah istirahat aja, nggak usah kerja-kerja," ujarnya.

Ia bangga dengan kedua orangtuanya yang telah mendukung kariernya. Ayah dari Dhinda bekerja dengan usaha membuka warung di rumah. Sementara ibunya aktif di desa dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan PKK dan imunisasi.

"Semoga kariernya Dhinda semakin bagus dan mencapai hasil maksimal di setiap pertandingan dan semoga bisa juara olimpiade," imbuhnya.

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kini bertanding di Polytron Kudus Super 100 Indonesia Masters selama 20-25 Oktober 2026 di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus. Ajang ini diikuti sebanyak 16 negara. Para atlet memperebutkan total hadiah sebesar USD 120.000.

Teranyar, Dhinda kalahkan Liang Ting Yu asal Taiwann pada babak 16 besar, Kamis (22/10). Laga berkesudahan dengan skor akhir 21-6 dan 21-14.