Harapan Daniel Ricciardo untuk Mendapatkan Kontrak Jangka Panjang

Sepanjang karier membalapnya di ajang Formula 1 (F1), Daniel Ricciardo "hanya" mengabdi untuk Red Bull Racing. Terhitung sejak debutnya pada 2011 silam, Ricciardo menandatangani kontrak bersama tim gurem HRT yang berada di bawah naungan Red Bull Racing.
Ricciardo kemudian pindah ke tim ke Toro Rosso untuk kontrak selama dua musim dari 2012-2014. Toro Rosso sendiri juga adalah tim yang dinaungi oleh Red Bull Racing dan dikhususkan untuk para pebalap muda.
Berjuang selama dua tahun di Toro Rosso, Ricciardo akhirnya mendapat kesempatan untuk naik kelas ke tim Red Bull Racing pada musim 2014. Pada musim perdananya di tim itu, penampilan Ricciardo terbilang cukup apik.
Dari 19 Grand Prix (GP), pebalap berusia 28 tahun itu sukses meraih 8 kali podium dengan tiga di antaranya menjadi yang tercepat. Dengan hasil itu, ia mampu finis di posisi ketiga klasemen akhir. Penampilan Ricciardo sempat menurun di tahun keduanya karena hanya mengakhiri musim di urutan delapan.
Namun, ia kembali membaik di musim 2016 dan finis di posisi ketiga klasemen akhir. Akan tetapi, pada musim keempatnya di Red Bull, performa mantan juara British Formula 3 itu kembali menurun dan hanya finis di urutan kelima. Ricciardo tidak bisa mengikuti performa apik Sebastian Vettel sebagai rekan satu timnya yang finis di posisi kedua di akhir musim.
Meski naik-turun, pebalap asal Australia itu tetap masuk ke dalam daftar panas transfer para pebalap yang diperkirakan akan ramai di akhir musim 2018. Saat itu, banyak kontrak para pebalap telah habis. Oleh karenanya, Red Bull telah memberikan waktu untuk Ricciardo menentukan masa depannya selama musim ini berjalan.
Ricciardo mengungkapkan keinginannya untuk bisa mendapatkan kontrak jangka panjang dari tim F1 manapun, bahkan jika itu bukan dari Red Bull sekalipun.
Bukan tanpa sebab Ricciardo bersikaf tegas soal kontraknya ini, karena baginya yang akan memasuki tahun ke tujuh di F1, perpanjangan kontrak akan menjadi keputusan yang sangat menentukan bagi masa depan kariernya. Terlebih, dengan usia yang tidak lagi muda, Ricciardo sudah pasti ingin mencapai puncak performannya (menjadi juara).
"Saya tidak yakin akan menandatangani kontrak (berdurasi) satu tahun. Mungkin ini akan menjadi kesepakatan jangka panjang, dua tahun atau lebih, jadi saya harus memastikan berada di tempat yang tepat dan kompetitif," kata Ricciardo dilansir Motorsport.
"Saya masih memiliki beberapa tahun di Formula 1, tapi saya sudah tidak berumur 23 atau 24 tahun. Saya masih belajar, dan belum merasa melewati masa puncak saya. Selembar kertas yang saya tandatangani berikutnya akan menentukan: Apakah saya bisa bertarung memperebutkan gelar atau tidak," tambahnya.

Sebagai pebalap, Ricciardo memang hanya ingin berada di tim yang bisa membuatnya jadi juara. Sedangkan Red Bull, dalam beberapa musim terakhir sedang mengalami penurunan performa --meski sempat menguasai F1 pada medio 2010-2013 dengan menjadi juara konstruktor dalam empat musim berturut-turut.
Akan tetapi, melejitnya Mercedes di empat musim terakhir ini membuat peta persaingan tim konstruktor menjadi lebih ketat. Dengan kondisi ini, bukan tidak mungkin Riccirado akan menerima tawaran kontrak jangka panjang dari tim lain di masa mendatang.
Meski begitu, bagi Ricciardo yang selama kariernya F1-nya hanya berada di bawah naungan Red Bull. Jika pada akhirnya tidak lagi berseragam tim berlogo banteng itu, ia tetap akan menjaga hubungan baik dengan mereka.
"Saya telah bekerja sama dengan Helmut Marko (konsultan balap Red Bull) selama 10 tahun. Pastinya saya merasa sudah menjadi bagian dari keluarga di sini," imbuhnya.
"Entah apakah saya akan bersama Red Bull di sisa karier saya atau tidak. Saya akan tetap menjaga hubungan ini. Mereka telah menjadi bagian hidup saya. Saya tidak berpaling begitu saja dari mereka dan berkata: Itu masa lalu, dan melupakan semuanya," pungkas Ricciardo.
