Hong Kong Open: Marcus/Kevin dan Ruselli Hartawan Gagal ke Semifinal

Indonesia dipastikan cuma memiliki satu wakil ganda putra dalam wujud Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada babak semifinal Hong Kong Open 2019. Penyebabnya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo gagal mengamankan kemenangan.
Berhadapan dengan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe di babak perempatfinal, Jumat (15/11/2019) sore WIB, Marcus/Kevin kalah dalam duel ketat tiga gim. Mereka menyerah dengan skor 21-16, 14-21, dan 20-22.
***
Perolehan angka berjalan supercepat sejak awal. Bayangkan saja, kedudukan 2-5 sudah didapat dalam waktu kurang dari dua menit. Dalam hal ini, Endo/Watanabe menjadi pasangan yang lebih dulu unggul.
Hal demikian mereka dapat lantaran Marcus/Kevin banyak melakukan kesalahan tak perlu pada awal laga. Kadang karena pengembalian yang tanggung, kadang karena pukulan yang out. Laga pun tampak hambar.
Jelang interval, barulah laga tampak sedikit menarik. Ketika kedudukan 8-5 untuk keunggulan Endo/Watanabe, misalnya, rally panjang terjadi, tepatnya sebanyak 47 pukulan.
Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa, di sisi lain, Marcus/Kevin mulai menemukan bentuk terbaiknya. Walau demikian, pasangan Jepang tetap mampu mencapai interval lebih dulu. Mereka unggul 11-9.
Pasca-interval, Marcus/Kevin bangkit. Mereka kerap memancing pasangan Jepang untuk melakukan adu drive. Cara inilah yang salah satunya membuat Marcus/Kevin berbalik unggul menjadi 15-14.
Setelahnya, pasangan nomor satu dunia itu tak lantas berhenti. Drive-drive cepat terus mereka peragakan hingga mampu mengamankan laga dengan kedudukan 21-16.
Memasuki gim kedua, Marcus/Kevin kian menggila. Apa yang mereka tunjukkan pada pengujung gim pertama kembali mereka tampilkan kali ini. Bahkan dengan intensitas yang lebih tinggi. Keunggulan 4-2 pun mampu mereka peroleh.
Namun, secara perlahan Endo/Watanabe mampu mengejar. Penyebabnya adalah, salah satunya, kesalahan tak perlu yang dilakukan oleh pasangan Indonesia. Seperti pada gim pertama, interval pada akhirnya mampu mereka capai lebih dulu.
Pasca-interval, Marcus/Kevin masih beberapa kali melakukan kesalahan-kesalahan tak perlu. Ditambah, mereka kini juga cukup sering salah memperkirakan masuk-tidaknya bola, terutama pada poin-poin krusial.
Hal tersebut pada akhirnya membuat Endo/Watanabe mampu menutup gim kedua dengan keunggulan cukup jauh, yakni 21-14. Laga pun mesti dilanjutkan hingga gim ketiga.
Pada gim ini, kesalahan-kesalahan tak perlu Marcus/Kevin mulai tereduksi. Di sisi lain, mereka mulai menemukan celah untuk membongkar rapatnya pertahanan pasangan Jepang.
Hal tersebut ialah dengan menempatkan bola di bagian tengah, di antara posisi Endo dan Watanabe. Ketika kedudukan poin 6-4, misalnya, Kevin melakukan pukulan yang sebetulnya tak keras, tetapi Endo/Watanabe tak mampu bereaksi sama sekali.
Pasangan Jepang tersebut sejatinya mampu mengejar menjadi 8-8. Akan tetapi, Marcus/Kevin terus menerapkan pola yang sama sampai kemudian mampu mencapai interval lebih dulu. Skor 11-8.
Di titik ini Marcus/Kevin terbantu oleh kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan oleh Endo/Watanabe. Ketika skor 11-9, misalnya, pasangan Jepang ini melakukan servis yang melenceng jauh.
Marcus/Kevin sendiri, di sisi lain, masih belum mengendurkan pedal gas. Mereka kini tak lagi memancing pasangan Jepang beradu drive, tak juga menempatkan bola di antara keduanya, tetapi melancarkan smes-smes beruntun.
Puncaknya terjadi di masa-masa krusial. Ketika kedudukan 18-15, Kevin melakukan lima smes keras beruntun yang pada akhirnya tak mampu dikembalikan Endo/Watanabe.
Sayangnya, Marcus/Kevin sedikit mengendur begitu mendekati match poin. Hal demikian dimanfaatkan oleh pasangan Jepang untuk meraih poin beruntun. Mereka pun pada akhirnya mampu membalikkan kedudukan menjadi 22-20.
Ruselli Hartawan Kalah dari Zhang Beiwen
Pada pertandingan lain, Ruselli Hartawan yang menjadi wakil tunggal putri Indonesia juga gagal melaju lebih jauh. Ia kalah dua gim langsung dari Zhang Beiwen (Amerika Serikat) dengan skor 17-21, 17-21.
Ruselli sendiri merupakan satu-satunya wakil Indonesia pada ajang Hong Kong Open 2019. Dengan kekalahannya ini, itu berarti Indonesia tak memiliki satu pun wakil tunggal putri di babak semifinal.
Kendati demikian, ini menjadi prestasi khusus buat Ruselli yang sebelumnya tak pernah menjejak babak delapan besar turnamen super 500.
