Jalan Terjal Verrel/Bernadine Meniti Karier Jadi Atlet Profesional

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pebulu tangkis ganda campuran asal Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana di Polytron Indonesia Masters. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pebulu tangkis ganda campuran asal Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana di Polytron Indonesia Masters. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Pasangan ganda campuran Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, harus melewati jalan terjal dalam meniti karier sebagai pebulu tangkis profesional. Mulai dari fase tanpa pasangan bertanding hingga perjuangan ekstra demi menembus Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI.

Verrell menceritakan masa-masa sulitnya saat sempat tak memiliki pasangan di sektor ganda putra. Ia memang pernah dicoba bermain di ganda campuran bersama Lisa Ayu Kusumawati dan Phita Haningtyas Mentari. Namun, usai kedua seniornya itu mundur dari Pelatnas, Verrell sempat kembali terlunta-lunta tanpa partner.

"Beberapa tahun sempat tidak memiliki pasangan, kemudian ke ganda campuran. Di situ sih masa-masa sulit saya. Sekarang bisa kembali ke situasi saat ini, semuanya karena Tuhan," ujar Verrell saat ditemui pada Sabtu (24/10).

Motivasi terbesar untuk bangkit datang dari dalam dirinya sendiri. Tekad itu terus dijaga mengingat menjadi pebulu tangkis profesional adalah cita-citanya sejak kecil.

"Saya punya keinginan dan cita-cita yang ingin dicapai. Saya enggak mau menyerah gitu aja. Tiap hari belajar terus untuk menjadi yang terbaik, sisanya saya serahkan ke Tuhan," tambahnya.

Kisah pantang menyerah juga dialami Bernadine Anindiya. Masuk ke Pelatnas pada 2025 lalu, perjuangan Bernadine diwarnai dinamika yang tidak mudah.

"Proses masuk ke Pelatnas yang memang agak panjang. Sempat hampir enggak main Seleknas juga, jadi puji Tuhan masih dikasih jalan," ungkap Bernadine.

Pebulu tangkis ganda campuran asal Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana di Polytron Indonesia Masters. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Bagi Bernadine, pengorbanan yang sudah dikeluarkan selama berlatih menjadi alasan utama untuk terus melangkah.

"Tetap melaju karena saya pikir selama ini sudah latihan capek-capek, jauh dari orang tua, masa mau menyerah gitu aja," tegasnya.

Langkah Verrell/Bernadine sendiri baru saja terhenti di babak semifinal Polytron Kudus Super 100 Indonesia Masters 2026. Mereka harus mengakui keunggulan ganda campuran China, Hong Yi Li/Huang Ke Xin, lewat laga sengit tiga gim dengan skor 24-22, 21-23, dan 21-14.

Turnamen Polytron Kudus Super 100 Indonesia Masters 2026 berlangsung pada 20–25 Oktober di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kudus. Ajang berhadiah total USD 120.000 ini diikuti kontestan dari 16 negara yang berlaga di lima nomor: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, serta ganda campuran.