Jorge Martin Ungkap Kesulitan Mengubah Arah Motor di Lusail

Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin menuntaskan 34 putaran penting pada hari pertama rangkaian GP Qatar di Sirkuit Internasional Lusail usai pulih dari cedera pergelangan tangan kanan. Dikutip dari laporan MotoGP, pembalap berjuluk Martinator tersebut berhasil mendapatkan izin medis untuk kembali mengaspal hanya 13 hari setelah insiden cedera yang dialaminya.
Martin mengawali sesi latihan bebas pertama dengan melahap 15 putaran dan bertengger di posisi kelima. Catatan positif tersebut berlanjut pada sesi latihan berikutnya saat ia berhasil menembus posisi ketujuh dengan melibas 19 putaran.
Perjuangan Menahan Rasa Sakit di Lintasan
Martin mengakui bahwa kondisi fisiknya belum bugar seratus persen untuk melaju secara bebas di lintasan. Tulang pergelangan tangannya yang sempat patah masih menimbulkan rasa nyeri saat ia memacu motor dengan kecepatan tinggi.
Ia harus cermat mengatur ritme serta tenaga agar tetap konsisten membukukan putaran tanpa memperparah cederanya. “Rasanya cukup baik, seandainya saya memiliki kondisi seperti ini di Malaysia situasinya pasti akan sangat berbeda,” ujar Martin.
Kendala Teknis Saat Memiringkan Motor
Tantangan paling berat bagi sang pembalap Spanyol bukanlah titik pengereman di trek lurus Lusail. Kesulitan terbesar justru muncul ketika ia harus bermanuver mengubah arah motor secara cepat di area tikungan.
Rasa sakit seketika menyerang pergelangan tangannya ketika motor dipaksa miring secara agresif ke aspal. “Pengereman bukanlah masalah terbesar saya, mengubah arah motor jauh lebih sulit,” ungkap Martin saat menerangkan kendala fisiknya.
Martin menyadari bahwa memaksakan motor untuk mencetak time attack hingga batas maksimal berisiko memicu rasa sakit berlebih. Kendati demikian, ia tetap puas dengan performa motor yang membantunya meraih catatan waktu pribadi terbaik di sirkuit tersebut.
Target Realistis Menghadapi Sesi Kualifikasi
Pembalap asal Spanyol ini kini memusatkan fokus pada proses pemulihan fisik sebelum menjalani sesi penentuan posisi start. Ia bertekad mengamankan posisi di baris kedua atau ketiga kualifikasi demi menjaga asa mendulang poin kejuaraan.
Martin juga mengantisipasi kemungkinan adanya pembengkakan pada tangan kanannya pasca-latihan keras hari pertama. “Pergelangan tangan saya mungkin akan membengkak hingga seukuran bola tenis besok, tetapi saya berusaha untuk tetap optimistis,” tandas Martin.
Ia menegaskan bahwa keberhasilannya kembali menunggangi motor di Lusail sudah merupakan sebuah pencapaian luar biasa. Martin memilih berkonsentrasi penuh pada kemampuan tubuhnya sendiri daripada mencemaskan seri balapan berikutnya secara berlebihan.
