Pramac Ducati Ungkap Nama-nama Calon Pengganti Danilo Petrucci

Motor-motor para pebalap belum mengaspal di lintasan pada gelaran MotoGP musim 2018 ini. Tapi, para tim-tim peserta sudah membagi perhatian mereka untuk membidik target-target di musim depan.
Target itu sendiri berkaitan erat soal masa depan para pebalap yang kian memanas. Mulai dari Valentino Rossi hingga pebalap-pebalap yang berpendar di musim 2017 lalu, ikut meraimakan isu-su yang muncul ke permukaan.
Tidak hanya soal perburuan para pebalap papan atas dan urusan kontrak yang hampir dan sudah kedaluwarsa, tapi juga dalam hal mencari talenta muda terbaik. Para tim di MotoGP, entah itu pabrikan atau satelit, saling berlomba mengincar pebalap muda.
Salah satunya adalah tim satelit macam Pramac Ducati yang memang dikhususkan untuk menyaring pebalap muda potensial --yang kemudian diproyeksikan sebagai pebalap tim pabrikan Ducati.
Baru-baru ini, direktur olahraga Ducati, Francesco Ciabbati, mengungkapkan target timnya kepada GPone dan nama-nama pebalap yang menjadi incaran mereka untuk musim depan.
Khusus Pramac sendiri, di akhir musim 2018 ini, salah satu pebalap mereka, Danilo Pettrucci sudah memastikan akan meninggalkan tim asal Italia tersebut untuk mengejar karier membalap di tim pabrikan. Oleh karenanya, Pramac gencar memburu beberapa nama di antaranya Francesco Bagnaia dan Joan Mir.
Khusus Bagnaia yang merupakan anak didik Valentino Rossi di VR46 Race Academy, namanya memang sudah menjadi incaran Pramac, terlebih bagi Bagnaia yang juga asal Italia, Pramac akan sangat berambisi mendapatkan jasanya.
"Bagaimana mungkin Anda tidak memikirkan dua pebalap seperti mereka? Kami sudah memperhatikan, terutama Bagnaia, setidaknya selama beberapa tahun. Saya ingat dia di CEV, anak muda yang sangat cepat dan menarik perhatian," kata Ciabbati.
"Di Moto3 dia menunjukkan bahwa dia sangat cepat bahkan saat dia tidak memiliki motor terbaik di kelas itu. Tahun lalu dia adalah rookie terbaik di Moto2, dan kemudian dia orang Italia. Kami adalah tim Italia yang berlomba dengan motor Italia, tentu normal untuk mencari pebalap Italia," tambahnya.
Selain menyebutkan Bagnaia, Ciabbati juga melontarkan satu nama lain yang juga membalap di Moto2, yaitu Miguel Oliveira dari tim KTM. Namun, meski mengincar beberapa nama pebalap di kelas Moto2, Ciabbati menegaskan jika Pramac tidak mau mengambil risiko dengan menggunakan dua pebalap rookie dalam satu musim.
"Nama lain, Oliveira. Kami sudah pernah berhubungan dengannya, meski itu hanya sebuah pembicaraan biasa. Saya tidak akan berpura-pura bahwa tidak ada minat, mungkin akan ada kesempatan," ujarnya
"Ini akan cukup berisiko (menggunakan dua rookie). Saya lebih memilih satu rookie dan satu pebalap ahli untuk memiliki kontinuitas yang lebih besar dalam tim. Bagi yang datang ke MotoGP, juga lebih mudah jika Anda memiliki rekan kerja berpengalaman. Memiliki dua rookie pasti akan menjadi tantangan besar dari sudut pandang pribadi," tegasnya.
Di akhir perbincangan, Ciabbati juga mengomentari soal keputusan Petrucci yang bakal hengkang di akhir musim 2018.
"Saya ingin kehilangan Danilo (Petrucci), tapi dalam arti yang baik. Jika dia pergi ke tim pabrikan Ducati, kami semua akan senang karena kami sudah melakukan bagian kami dalam proses pertumbuhannya, " pungkas Ciabbati.
Dengan nama-nama yang sudah disodorkan oleh petinggi Pramac. Mungkinkah kita akan melihat salah satu nama tersebut membalap untuk mereka di musim anyar nanti? Menarik dinantikan.
