Ubed dan Richie Siap Hadapi Tantangan Baru di Korea Open 2026

kumparanSPORTverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed saat bermain untuk Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Foto: Dok. PBSI
zoom-in-whitePerbesar
Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed saat bermain untuk Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Foto: Dok. PBSI

Dua tunggal putra muda Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah dan Richie Duta Richardo, memulai perjuangan berat mereka pada turnamen Korea Open 2026 di Yeosu. Dikutip dari laporan Djarum Badminton, ajang BWF World Tour Super 500 yang berlangsung pada 3 hingga 8 November 2026 di Jinnam Gymnasium tersebut menjadi panggung pembuka rangkaian tur Asia setelah berakhirnya tur Eropa.

Indonesia tercatat mengirimkan total 12 wakil untuk bersaing memperebutkan gelar bergengsi di Negeri Ginseng. Ubed dan Richie datang membawa bekal kepercayaan diri tinggi berkat pencapaian impresif dari turnamen yang mereka ikuti sebelumnya.

Tekad Pembuktian Ubed Usai Final di Prancis

Ubed sukses menembus babak final French Open 2026 dan mengakhiri kejuaraan tersebut dengan status runner-up. Prestasi gemilang itu menjadi pemicu semangat besar untuk memperbaiki catatan kurang memuaskan pada musim lalu di tempat yang sama.

Pebulu tangkis muda ini mengakui bahwa masa persiapan menjelang turnamen di Yeosu terbilang sangat sempit. Ia hanya sempat menjalani latihan efektif selama dua hari di Jakarta setelah kepulangannya dari tur benua Eropa.

“Memang sangat mepet persiapannya, dari pulang Eropa hanya 2 hari latihan efektif di Jakarta. Tidak mudah bagi saya di sini tapi saya mau hasil yang lebih mengingat tahun lalu saya tidak berhasil lolos dari babak kualifikasi di turnamen ini,” ujar Ubed melalui keterangan pers Humas PP PBSI.

“Semoga minggu ini saya bisa ngasih performa yang terbaik seperti di French Open kemarin. Semoga bisa konsisten permainannya. Sekarang tinggal menjaga pikiran dan hatinya untuk terus kuat walau badan belum pulih 100 persen,” tambah Ubed mengenai kesiapan fisiknya.

Debut Perdana Richie di Turnamen Level Super 500

Richie Duta Richardo melangkah ke Korea Selatan dengan modal gelar juara berharga dari turnamen Super 100 Indonesia Masters 2026 di Kudus. Kemenangan tersebut memicu motivasi tinggi baginya yang kini bersiap menjalani partai debut pada kejuaraan level Super 500.

Meski memiliki optimisme tinggi, Richie tetap berfokus mengembalikan kebugaran fisiknya yang terkuras habis. Proses pemulihan stamina menjadi perhatian utamanya setelah melewati agenda pertandingan melelahkan selama dua pekan berturut-turut.

“Setelah mendapatkan gelar Super 100, untuk debut di Super 500 pasti ada percaya diri yang lebih untuk persiapan ke sini. Fokusnya adalah recovery maksimal dulu setelah turnamen back to back dua minggu kemarin,” jelas Richie.

Richie menegaskan tekadnya untuk menampilkan usaha maksimal tanpa memikirkan beban berlebih di lapangan pertandingan. “Pastinya senang bisa main pertama kali di Super 500. Saya ingin mendapatkan hasil yang terbaik, apapun itu usaha maksimal dulu,” lanjutnya.

Ambisi Menggali Pengalaman dan Kedalaman Skuad Garuda

Turnamen kelas atas ini dinilai Richie sebagai wahana pembelajaran penting untuk menguji kemampuan menghadapi lawan tangguh tingkat dunia. Ia merasa tertantang mengasah mental bertanding mengingat level kompetisi kali ini jauh lebih kompetitif dibandingkan ajang yang ia ikuti sebelumnya.

“Saya senang bisa mencapai titik ini, bisa ikut mereka dalam satu turnamen level atas, soalnya sebelumnya saya kan masih di level yang di bawah. Di sini saya mau banyak ambil pengalaman. Tapi pastinya saya belum puas, masih ingin lebih lagi,” ungkap Richie penuh ambisi.

Kekuatan sektor tunggal putra Indonesia di ajang ini semakin solid dengan kehadiran Alwi Farhan, Muhamad Yusuf, Prahdiska Bagas Shujiwo, serta pemain senior Anthony Sinisuka Ginting. Turnamen Korea Open 2026 juga menandai kembalinya Jafar Hidayatullah yang kini berpasangan dengan Rinjani Kwinnara Nastine pada nomor ganda campuran.