Yuni Kartika Ungkap Manfaat Digelarnya Festival SenengMinton

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kegiatan SenengMinton 2026, Kudus, Sabtu (17/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan SenengMinton 2026, Kudus, Sabtu (17/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Festival SenengMinton telah digelar selama dua hari, Sabtu (17/10) dan Minggu (18/10) di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Ada empat pembelajaran yang didapatkan para peserta.

Ketua Pengkab PBSI Kudus, Yuni Kartika menyebut, ada empat hal yang didapatkan para peserta dari keikutsertaan Festival SenengMinton.

"Ada empat manfaat yang didapatkan anak-anak. Pertama adalah ketenangan dia. Festival SenengMinton ini kan perlombaan, jadi ketenangannya diperlukan. Kecepatannya juga diperlukan. Lalu, kekuatannya, dan juga dia punya ketepatan untuk memukul shuttlecock," katanya, Minggu (18/10).

Melihat manfaat yang muncul dari Festival SenengMinton ini, Yuni menilai animonya begitu bagus. Sehingga dilaksanakan juga di daerah lain selain Kabupaten Kudus.

Sejauh ini sudah lima kota yang menggelar Festival SenengMinton. Kelimanya meliputi Magelang, Purwokerto, Solo, Semarang dan Kudus.

"Dampak Festival SenengMinton ini sangat baik karena di level grassroot ini memang perlu pendekatan ke sekolah-sekolah jenjang kelas 1,2, dan 3 yang mulai menyukai bulu tangkis, bukan permainan bulu tangkis. Tetapi lebih ke olahraganya. Oleh karena itu, kami membuat satu sistem agar anak-anak di sekolah-sekolah kelas 1, 2, dan 3 dapat ikut di festival SenangMinton ini," terangnya.

"Dampak di kota lain luar biasa juga. Hal ini dapat diketahui dari pesertanya yang setiap tahun berubah dan jumlah sekolahnya juga bertambah," ujarnya.

Kegiatan SenengMinton 2026, Kudus, Sabtu (17/10/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Dari Festival SenengMinton ini, keberlanjutannya anak-anak diajak untuk bertanding bulu tangkis setengah lapangan. Namanya adalah Kejuaraan SenengMinton.

"Kejuaraan bulu tangkis SenengMinton ini sudah kami adakan. Anak-anak bertanding bulu tangkis setengah lapangan," jelas dia.

Lebih lanjut, Yuni Kartika menyampaikan anak-anak usia dini juga diajak untuk mengikuti ekstrakurikuler bulu tangkis. Ekstrakurikuler bulu tangkis di berbagai sekolah bertujuan menyalurkan bakat anak-anak bermain bulu tangkis.

"Kami ingin membentuk satu jalan untuk anak-anak Kudus bagaimana mereka bisa menjadi juara dunia. Kami siapkan dulu dari yang paling bawah, menengah, klub besar, kemudian ke pelatnas. Saya rasa jalannya sudah cukup baik, tinggal kita lihat dan tunggu ada juara dunia dari Kudus karena sudah lama enggak muncul nih," pungkasnya.