Kumparan Logo

Madrasah Aliyah Wakili Indonesia di Olimpiade Robot Terbesar Dunia

kumparanTECHverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indonesia Robotic Team dari Madrasah TechnoNatura. (Foto: Telkom)
zoom-in-whitePerbesar
Indonesia Robotic Team dari Madrasah TechnoNatura. (Foto: Telkom)

Ajang First Global Challenge Olympic Robot Competition akan segera digelar di Washington DC, Amerika Serikat, pada 14 Juli hingga 18 Juli 2017 mendatang. Kompetisi tersebut diikuti oleh 160 negara dan merupakan olimpiade terbesar di dunia yang berakar pada kurikulum STEM (Science, Tehcnology, Engineering, Math) pada pendidikan internasional. Indonesia akan turut serta dalam kompetisi bergengsi untuk pengembangan IoT (Internet of Things) dalam bidang robotika tersebut. PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) siap mengirim perwakilan dari Tanah Air yang bernama 'Indonesia Robotic Team'. Kelompok yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA) TechnoNatura ini merupakan satu-satunya perwakilan Indonesia untuk kategori SMA dalam ajang tersebut. TechnoNatura berdiri sejak tahun 2004 yang berlokasi di Cimanggis,Depok. Sekolah madrasah ini berbasis teknologi dan alam dengan sistem pembelajaran yang progresif dan tenaga pengajar dalam bidang teknologi. Indonesia Robotic Team dalam kompetisi ini menciptakan "Solusi Akses Air Bersih" yang sesuai dengan syarat dan prasyarat panitia olimpiade dengan bahan dasar terbatas serta waktu singkat, yaitu satu setengah bulan. Dalam kesempatan ini tim akan memanfaatkan beberapa platform digital seperti Arduino, Java, dan Android Studio. "Kami menilai bahwa kesempatan ini menjadi pintu perkembangan teknologi dan ekonomi digital Indonesia yang menjadi harapan perusahaan di masa datang. Kami juga berharap tim ini akan memotivasi millenial Indonesia lainnya untuk terbuka dengan teknologi dan tidak takut untuk berhadapan dengan negara maju lainnya,” jelas Joddy Hernady, Senior Vice President Media & Digital Business Telkom dan CEO Metranet, dalam siaran pers yang diterima kumparan (kumparan.com). "Solusi Akses Air Bersih" yang ditawarkan tim ini ditargetkan bisa diimplementasikan di dunia nyata sebagai jalan keluar bagi warga dalam mendapatkan air bersih di lingkungannya.