Volvo dan Nvidia Bikin Mobil Otonom Generasi Baru, Bisa Nyetir Sambil Merem

Volvo Cars dan NVIDIA resmi memperluas kemitraan strategis mereka untuk menggarap teknologi berkendara otonom (automated driving) generasi terbaru. Kolaborasi ini memperkuat kerja sama jangka panjang kedua perusahaan yang sudah terjalin selama hampir satu dekade sejak 2017.
Melalui kerja sama ini, Volvo memadukan riset keselamatan yang sudah dilakukannya selama hampir satu abad dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta komputasi akselerasi dari NVIDIA.
Nantinya, mobil listrik generasi terbaru Volvo akan dibekali arsitektur sensor dan komputasi NVIDIA Hyperion, sistem operasi Halos OS, serta software kemudi Alpamayo Stack.
Integrasi tersebut memungkinkan mobil navigasi secara mandiri dan aman dari titik awal hingga tujuan (door-to-door)—mulai dari jalan tol, jalanan kota yang padat, hingga proses parkir.
Kolaborasi ini disiapkan untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang makin praktis dan tanpa repot secara bertahap, termasuk opsi berkendara eyes-off dan mind-off (pengemudi tidak perlu terus menatap jalan atau berfokus penuh).
"Volvo telah identik dengan keselamatan mobil selama hampir 100 tahun. Dengan bekerja sama bersama NVIDIA, kami menyatukan dua kekuatan: pengetahuan keselamatan terdepan dan teknologi AI kelas dunia. Kombinasi ini memberi kami peluang unik untuk menciptakan mobil yang lebih aman dan menarik bagi pelanggan," kata Håkan Samuelsson, Presiden dan CEO Volvo Cars.
Senada, CEO NVIDIA Jensen Huang mengatakan bahwa komputasi akselerasi telah mengubah mobil menjadi mesin cerdas yang mampu memahami dunia di sekitarnya.
"Volvo telah menghabiskan hampir satu abad untuk melindungi orang di jalan. Bersama-sama, kami memadukan sistem keselamatan luar biasa milik Volvo dengan NVIDIA Hyperion dan Halos untuk membangun generasi baru mobil yang lebih aman dan praktis," ujar Jensen
Teknologi anyar ini bakal memulai debutnya pada lini mobil listrik generasi terbaru Volvo, sejalan dengan rencana peluncuran produk terbesar sepanjang sejarah perusahaan tersebut. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi Volvo dalam tren kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicles).
