Kumparan Logo

Kota Ini Larang Turis Foto Selfie Terlalu Lama, Melanggar Didenda Rp 4,5 Juta

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kota Portofino, Italia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kota Portofino, Italia. Foto: Shutterstock

Overtourism kini sedang menghantui banyak negara atau kota di dunia, tak terkecuali kota di Italia ini. Portofino, sebuah kota kecil tepi laut di Riviera, Italia, telah menjadi tujuan wisata banyak turis, berkat bangunan warna-warni yang Instagramable, dan dermaga kotanya yang indah.

Namun, keindahan kota ini justru membawa hal tidak mengenakkan untuk warganya. Dilansir Euro News, warga di kota berpenduduk 400 orang ini mulai merasa sebal dan tidak nyaman, akibat banyaknya turis yang datang ke sana dan membuat kemacetan.

Ya, di musim panas, banyak turis yang mulai datang ke kota Instagramable ini untuk sekadar berburu foto dan berpose selfie. Akibatnya, turis-turis tersebut menghalangi jalan. Bahkan, jumlah turis yang datang berkunjung terkadang melebihi 10 ribu orang dan mengakibatkan jalan penuh sesak, serta macet.

Ilustrasi Kota Portofino, Italia. Foto: Shutterstock

Untuk mengatasi hal ini, Wali Kota Portofino telah memperkenalkan zona larangan menunggu untuk selfie. Siapa pun yang tertangkap berkeliaran di dermaga terlalu lama, antara pukul 10.30 dan 18.00 waktu setempat didenda sebesar 270 euro atau sekitar Rp 4,5 juta.

Larangan tersebut bertujuan untuk mencegah kelompok besar turis berkumpul di dermaga. Larangan ini berlaku sampai musim liburan berakhir pada 15 Oktober mendatang.

Italia Berusaha Memerangi Overtourism

Sementara itu, Portofino bukan satu-satunya kota di Italia yang tengah berjuang melawan overtourism. Pantai Amalfi, yang terkenal dengan air lautnya yang biru kehijauan dan kota-kota di tepi pantai Italia, kini menjadi destinasi yang banyak dikunjungi turis di bulan-bulan musim panas.

Untuk mengurangi lalu lintas dibentangan 35 kilometer antara Vietri sul Mare dan positano, sistem pembatasan pelat nomor sudah diperkenalkan antara Juni dan September tahun lalu.

Ilustrasi Kota Portofino, Italia. Foto: Shutterstock

Mobil dengan pelat nomor berakhiran ganjil diizinkan untuk mengakses jalan pada hari dengan tanggal ganjil. Sedangkan untuk mobil berakhiran nomor genap, mereka dapat mengakses jalan pada hari di tanggal genap.

Tak hanya kota-kota pantai di Italia, Venesia juga sudah menderita surplus turis dalam beberapa tahun terakhir. Di musim puncak liburan, kota berpenduduk 50 ribu orang tersebut dapat menerima hingga 150 ribu turis per hari.

Bahkan, pada 2021 lalu, kapal pesiar besar dilarang untuk berlabuh di pelabuhan Venesia. Untuk menanggulanginya, Venesia berencana untuk memberlakukan biaya tahun bagi turis mulai tahun depan.

Nantinya, yang akan bermalam di Venesia harus membayar pajak pariwisata sebesar 5 euro atau sekitar Rp 83 ribu per malam, yang sudah masuk ke dalam tagihan hotel mereka. Beberapa destinasi wisata lainnya juga sudah memberlakukan batasan sewa jangka pendek untuk memerangi depopulasi dan melonjaknya harga sewa.