Survei: Orang Jepang Jarang Bicara dengan Orang Asing saat di Pesawat

Jika bepergian sendiri menggunakan pesawat, kadang ada saja orang yang mengajak ngobrol, karena merasa bosan.
Namun, sebuah divisi penyedia perjalanan Jepang, Expedia, melakukan survei yang dilakukan oleh 18.237 wisatawan dari 23 negara yang berbeda.
Survei tersebut dilakukan kepada wisatawan yang pernah naik pesawat dan menginap di hotel. Ternyata, hasil dari survei tersebut sangat menarik.
Dilansir Sora News24, dalam survei tersebut, Expedia ingin mengetahui apakah para responden akan memulai percakapan dengan orang asing selama di pesawat.
Hasilnya adalah sebanyak 60 persen orang yang berasal dari India, akan memulai pembicaraan dengan orang asing yang berada di pesawat.
Disusul dengan wisatawan Meksiko sebanyak 59 persen, yang akan mengajak bicara orang asing yang berada di sebelah mereka saat di pesawat.
Bukan hanya itu, dari survei tersebut diketahui ternyata hanya 15 persen orang Jepang yang akan memulai pembicaraan dengan orang asing saat di pesawat.
Alasan Orang Jepang Jarang Bicara dengan Orang Asing di Pesawat
Dengan hasil tersebut, bukan berarti orang Jepang tidak ramah. Kemungkinan itu terjadi, karena unsur budaya yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya Jepang selalu menekankan untuk tidak mengganggu orang lain. Karena hal tersebut, banyak wisatawan Jepang yang akan berhati-hati dalam menahan diri, untuk tidak memulai percakapan dengan orang asing.
Sebab, yang ditakutkan adalah orang yang diajak bicara sedang tidak berminat untuk diganggu. Bukan hanya di pesawat saja, hal tersebut mereka terapkan di berbagai transportasi umum.
Ada faktor linguistik yang mempengaruhinya. Negara-negara yang paling mungkin untuk memulai percakapan, atau menawarkan rekomendasi adalah Australia dan India.
Hal ini karena masyarakat Australia berbahasa Inggris asli, dan masyarakat India menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
Kemungkinan bahwa setiap penumpang di pesawat akan berbicara bahasa Inggris jauh lebih tinggi, daripada mereka yang berbicara bahasa Jepang.
Ada kemungkinan juga sejumlah wisatawan Jepang menahan diri untuk tidak mengobrol dengan penumpang lain, karena tidak memiliki bahasa yang dapat dipahami.
Sekali lagi, dengan bahasa Jepang yang relatif lebih jarang digunakan daripada banyak bahasa lainnya, banyak wisatawan Jepang yang kurang percaya diri untuk mengajak ngobrol terlebih dahulu.
