Lebih dari Sekadar Kunjungan: KKL UMY Bangun Pola Pikir Industri bagi Mahasiswa

MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari ALIF AKBAR AL RAFI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
nia Industri
Bagi mahasiswa, belajar tak selalu cukup dari ruang kelas. Hal itu terbukti lewat pengalaman Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 2025 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), di mana mahasiswa tak hanya melihat dunia industri secara langsung, tetapi juga menyerap nilai profesionalisme, inovasi, dan adaptasi dari para pelaku bisnis.
Melalui rangkaian pemaparan materi di tiga perusahaan besar PT Sido Muncul Tbk, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk mahasiswa mendapat gambaran nyata tentang bagaimana teori manajemen, produksi, hingga digitalisasi diterapkan dalam kehidupan bisnis sehari-hari.
Dari Materi, Mahasiswa Belajar Arti Inovasi dan Adaptasi
Dalam sesi bersama PT Sido Muncul, mahasiswa memahami bahwa mempertahankan bisnis tradisional seperti jamu di tengah modernisasi membutuhkan keberanian untuk berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya. Pemaparan materi tentang transformasi produk herbal menjadi industri modern membuka pandangan baru: bahwa keberhasilan bisnis tak hanya bergantung pada modal, tapi juga konsistensi dan kepercayaan publik.
Sementara di PT Kawasan Industri Terpadu Batang, mahasiswa melihat langsung konsep green industry dan pengelolaan kawasan industri yang berorientasi masa depan. Materi yang disampaikan mendorong mereka berpikir tentang pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan akademisi dalam menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan.
Dari PT Nippon Indosari Corpindo (Sari Roti), mahasiswa belajar disiplin operasional dan manajemen mutu. Pemaparan materi tentang standar kualitas dan efisiensi produksi menegaskan bahwa inovasi tanpa kualitas hanya akan menjadi tren sesaat.
Transformasi Cara Pandang: Dari Mahasiswa Jadi Calon Profesional
Bagi banyak peserta, KKL bukan sekadar perjalanan industri, tapi titik balik pemahaman. Mereka belajar bahwa dunia kerja menuntut lebih dari sekadar nilai akademik: dibutuhkan etika, ketahanan mental, kemampuan kolaborasi, dan semangat belajar sepanjang hayat.
“Dari materi yang kami dengar, kami jadi paham bahwa dunia kerja itu dinamis dan menuntut adaptasi cepat. KKL ini bikin kami sadar, bahwa belajar harus terus berkembang mengikuti perubahan,” ujar salah satu mahasiswa peserta.
ebih dari Pengalaman, Ini Tentang Pertumbuhan
Pemaparan materi di KKL UMY 2025 mengajarkan mahasiswa untuk tidak hanya mencari ilmu, tapi juga menemukan makna tentang bagaimana setiap teori bisa hidup saat dipraktikkan, dan bagaimana setiap praktik bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan perubahan.
Melalui kegiatan ini, UMY menegaskan komitmennya untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, inovatif, dan beretika di dunia industri modern.
