News
·
5 September 2021 17:46
·
waktu baca 2 menit

Oknum BPBD Diduga Keroyok Pedagang Kaki Lima di Bandar Lampung

Konten ini diproduksi oleh Lampung Geh

Foto ini mungkin mengganggumu, apakah tetap ingin melihat?

Oknum BPBD yang diduga keroyok pedagang kaki lima di Bandar Lampung. | Foto: Ist

Lampung Geh, Bandar Lampung - Dugaan pengeroyokan terjadi kembali di Kota Bandar Lampung. Kali ini Pedagang kaki lima yang mengalami hal tersebut oleh sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jalan P. Tendean, Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Jumat (03/09).

ADVERTISEMENT
Read more!

Dugaan tersebut juga didukung dengan beredarnya video di media sosial sejumlah oknum mengenakan kaos bertuliskan Damkar.

Muhammad Fadel (24) warga Langkapura mengatakan kejadian diawali ia lupa mengenakan masker. Kala itu ada youtuber lewat dan ingin dihampiri.

"Lalu ada oknum Damkar bertanya masker sambil mendorong saya, lalu saya balik lagi ke kedai untuk mengambil masker dan saya minta maaf dengan petugas, cuman cara mereka salah," jelasnya. Minggu (04/09).

Saat Ahmad, sapaan akrabnya, kembali ke tempat dagangnya untuk berkemas pulang, tiba-tiba sekitar 20 petugas datang menghampiri korban.

Tak tahu alasannya, ia langsung dibawa ke kantor hingga diseret lalu dipukul di bagian kepala, badan hingga punggung.

"Setelah itu dianiaya lagi di pos, lalu mereka meminta damai tapi saya tidak mau dan akan menunggu keluarga saya, banyak intimidasi dari mereka bahkan petugas di luar sudah mengelilingi saya semua," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Kejadian tersebut, lanjut Ahmad, sempat disaksikan oleh Kepala BPBD Bandar Lampung Syamsul Rahman. Saat dianiaya, awalnya ada video waktu penganiayaannya, tapi mereka suruh menghapus, apabila tidak dihapus, maka Ahmad akan diancam berbagai hal.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian ke Mapolresta Bandar Lampung dengan bukti laporan LP/B/1947/IX/2021/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung. Begitupun Faiz, rekannya yang juga mengalami hal serupa.

Pedagang lain, Lena, mengatakan, saat itu ada seorang Youtuber membagikan uang dan akhirnya para pedagang dan pembeli berkerumun.

"Ia kemarin ada yuotuber rame-rame tapi pas dipukuli itu saya nggak liat, dia dibawa rame-rame oleh petugas BPBD Bandar Lampung," ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media, Kepala BPBD Bandar Lampung Syamsul Rahman menuturkan belum mengetahui kronologinya.

ADVERTISEMENT

"Yah tapi saya gak lihat lagi ada tamu, Saya belum tau betul kronologisnya" kata syamsul kepada awak media. (*)