Konten dari Pengguna

Diskusi Kalapas Kendari dan Mahasiswa, Bahas Seluk Beluk Pemasyarakatan

KENDARI – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Mukhtar, bersama jajaran pejabat struktural menerima kunjungan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) pada Rabu (14/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kalapas tersebut menjadi momentum diskusi terbuka untuk mengulas berbagai isu dan kejadian viral belakangan ini, sekaligus mengungkap secara riil terkait tata kelola penyelenggaraan pemasyarakatan, program pembinaan, serta pemenuhan hak-hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Kendari.

Foto Kalapas Kendari (tengah) bersama BEM Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo. Sumber: Tim Humas 2026
zoom-in-whitePerbesar
Foto Kalapas Kendari (tengah) bersama BEM Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo. Sumber: Tim Humas 2026

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo, Saleh Salahuddin, menyampaikan pandangan serta aspirasi terkait sejumlah isu yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi, transparansi pelayanan, dan penegakan akuntabilitas di lingkungan Lapas Kelas IIA Kendari guna memastikan seluruh proses pemasyarakatan berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Kalapas Kendari, Mukhtar, menyambut baik kehadiran pengurus BEM FH UHO. Ia memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai langkah-langkah responsif dan pembenahan internal yang terus dilakukan dalam merespons berbagai dinamika yang ada.

“Kalau kita amati bahwa ada sisi lain yang jarang dilirik publik, salah satunya adalah kegiatan-kegiatan positif yang dijalani warga binaan. Pemberitaan negatif itu kadang tidak berimbang, sehingga perlu meluruskan spekulasi subyektif yang berkembang di tengah masyarakat tentang Lapas” ungkap Mukhtar.

Suasana di ruang produksi Roti Lapas Kelas IIA Kendari. Sumber: Tim Humas 2026

Beranjak dari ruang kerja, kemudian Kalapas Kendari mengajak mahasiswa untuk meninjau secara langsung berbagai sarana kegiatan produktif warga binaan. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain unit usaha Bakery Lapas Kendari serta area pembinaan kemandirian pertanian hidroponik. Melalui peninjauan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana proses pembinaan keterampilan dan kemandirian WBP dijalankan secara nyata dan berkelanjutan.

Mahasiswa menyaksikan langsung kegiatan pertanian hidroponik WBP Lapas Kelas IIA Kendari. Sumber: Tim Humas 2026

Mukhtar menegaskan bahwa jajarannya memiliki komitmen yang tinggi untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat fungsi pengawasan internal, serta membuka ruang dialog konstruktif dengan seluruh elemen masyarakat dan insan akademis. Menurutnya, masukan dan kontrol sosial dari mahasiswa merupakan motivasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang humanis, bersih, dan berintegritas.

Pertemuan tersebut menjadi jembatan silaturahmi sekaligus menjalin sinergi dan komunikasi langsung antara Lapas Kelas IIA Kendari dan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap Pemasyarakatan. (RZK)