Asesmen Pembinaan, Lapas Mojokerto Petakan Kebutuhan 179 Warga Binaan

Akun Resmi Humas Lapas Kelas IIB Mojokerto
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Lapas Mojokerto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mojokerto, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melaksanakan asesmen rehabilitasi dan re-edukasi terhadap 179 warga binaan sebagai upaya memetakan kebutuhan serta menentukan arah pembinaan yang lebih tepat sasaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026) dengan menggali informasi mengenai kondisi, kebutuhan, dan kesiapan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan lanjutan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penilaian secara terarah untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan masing-masing warga binaan. Hasil asesmen tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program rehabilitasi dan re-edukasi yang sesuai sehingga pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
Kepala Subseksi Registrasi dan Registrasi, Adi Pratama, menjelaskan bahwa asesmen merupakan tahapan penting untuk memahami kondisi warga binaan secara lebih menyeluruh.”Melalui proses ini, kebutuhan pembinaan dapat dipetakan agar program yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kesiapan masing-masing warga binaan,”jelasnya.
Terpisah, Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, menegaskan bahwa asesmen menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan.”Setiap warga binaan memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda sehingga pemetaan yang tepat diperlukan untuk mendukung perubahan perilaku positif,”tegasnya.
Salah satu warga binaan berinisial DM menyampaikan bahwa asesmen tersebut menjadi kesempatan untuk mengungkapkan kondisi dan kebutuhan selama menjalani masa pidana. “Saya berharap melalui asesmen ini, program pembinaan yang diberikan bisa sesuai dengan kebutuhan saya, sehingga saya dapat memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Mojokerto berkomitmen memperkuat pembinaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan bagi seluruh warga binaan.
