Penguatan Tata Kelola, Kalapas Mojokerto Ikuti Entry Meeting Evaluasi Layanan

Akun Resmi Humas Lapas Kelas IIB Mojokerto
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Lapas Mojokerto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto mengikuti Entry Meeting Evaluasi Layanan Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola layanan, mengakselerasi program prioritas, serta meningkatkan kualitas kinerja jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rabu (21/10/2026).
Dalam pembukaannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, menyampaikan gambaran umum kondisi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Jawa Timur. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, penguatan pengawasan, serta dorongan pengembangan kemandirian dan ketahanan pangan melalui sektor pertanian dan peternakan. Pengawasan juga perlu diperkuat untuk mencegah peredaran narkoba, praktik penipuan, dan pelanggaran lainnya di dalam lapas maupun rumah tahanan.
Selanjutnya, Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Pengawasan dan Transformasi Organisasi, Y. Amberg Paramarta, memaparkan latar belakang evaluasi sebagai tindak lanjut kesepakatan quick win Rapat Koordinasi Kementerian Tahun 2026. Evaluasi meliputi pelaksanaan objek pengawasan utama bidang pemasyarakatan, pemenuhan indikator kinerja, pengelolaan pengaduan melalui Whistleblowing System (WBS) dan SP4N-LAPOR!, penyelesaian tindak lanjut temuan Ombudsman, serta penataan blok hunian. Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rahmad Wahyudi, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan integritas jajaran melalui kerangka kerja sistematis, yakni Petakan, Bersihkan, Benahi, dan Kuatkan.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa arahan dan evaluasi tersebut menjadi acuan bagi jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. “Kami siap menindaklanjuti arahan yang disampaikan dengan memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme petugas, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Harapannya, seluruh program prioritas dapat berjalan optimal dan pelayanan kepada masyarakat maupun pembinaan terhadap warga binaan semakin berkualitas,” tegasnya. Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen Lapas Mojokerto dalam mendukung penguatan tata kelola organisasi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan layanan pemasyarakatan.
