Pembinaan Keagamaan Jadi Pemulihan Diri Warga Binaan Lapas Narkotika Yogyakarta

Akun resmi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Yogyakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Lapas Narkotika Yogyakarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

YOGYAKARTA - Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta melaksanakan pembinaan kepribadian bagi warga binaan beragama Islam melalui kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di Masjid At-Taubah bagi narapidana dan di Paviliun Edelweis bagi tahanan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan untuk memperkuat keimanan, membangun karakter positif, serta mendukung perubahan kepribadian warga binaan melalui pendekatan spiritual.
Pembinaan bagi narapidana yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah dipandu oleh Petugas Pembinaan Kepribadian, Catur, bersama Tim Tutor Masjid At-Taubah. Melalui kegiatan ini, warga binaan mendapatkan pendampingan keagamaan sebagai sarana memperdalam pemahaman agama dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pembinaan kepribadian bagi tahanan di Paviliun Edelweis diberikan oleh Petugas Pembinaan Kepribadian, Sumarno, bersama dua orang dari Kementerian Agama (Kemenag). Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pembinaan spiritual kepada tahanan agar tetap memperoleh kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan selama menjalani proses hukum.
Pelaksanaan pembinaan di dua lokasi tersebut merupakan bentuk penyesuaian layanan pembinaan kepribadian bagi warga binaan sesuai dengan tempat pelaksanaannya. Melalui pendampingan petugas pembinaan dan pihak terkait, kegiatan keagamaan diharapkan dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki sikap, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung proses perubahan diri. Nilai-nilai spiritual diharapkan dapat membantu warga binaan membangun ketenangan batin, meningkatkan kesadaran moral, dan menumbuhkan motivasi untuk meninggalkan perilaku negatif serta mengembangkan kebiasaan yang lebih positif.
Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Yogyakarta terus berupaya menghadirkan pembinaan yang memperhatikan aspek kepribadian dan spiritual warga binaan. Diharapkan, pembinaan keagamaan dapat mendukung pemulihan berbagai aspek kehidupan setiap individu, sehingga warga binaan memiliki bekal moral dan spiritual untuk menjalani kehidupan yang lebih baik serta kembali berperan positif di tengah masyarakat.
