Konten dari Pengguna

Literasi Keuangan Mahasiswa: Mengelola Uang Dengan Bijak Sejak Bangku Kuliah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lisda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Seorang Mahasiswa mengelola Keuangan. (Foto: Ilustrasi /AI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Seorang Mahasiswa mengelola Keuangan. (Foto: Ilustrasi /AI)

Pernahkah uang bulanan habis begitu saja padahal baru masuk beberapa hari? Kondisi ini bukan hal asing bagi mahasiswa, dan seringkali bukan karena uangnya kurang, melainkan karena tidak ada perencanaan. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan yang mempengaruhi sikap seseorang dalam mengelola keuangan demi mencapai kesejahteraan finansial. Berikut adalah tahapan sederhana yang bisa langsung diterapkan.

Kenali Pemasukan dan Susun Anggaran.

Catat dulu total pemasukan setiap bulan, baik dari uang saku, beasiswa, maupun kerja sambilan. Dari situ baru bisa disusun anggaran yang realistis. Salah satu metode yang populer adalah alokasi 40, 30, 20, 10; 40% kebutuhan pokok, 30% perkuliahan, 20% tabungan, dan 10% hiburan. Anggaran bukan aturan kaku, tapi panduan agar keuangan tidak jebol di pertengahan bulan.

Bedakan Kebutuhan, Keinginan, dan Jauhi FOMO.

Impulsive buying yang dipicu FOMO (fear of missing out) dan pengaruh pergaulan menjadi salah satu penyebab utama keuangan mahasiswa tidak stabil. Cara mengatasinya cukup sederhana: buat daftar kebutuhan sebelum belanja, lalu beri jeda satu hingga dua hari sebelum memutuskan membeli sesuatu yang tidak ada di daftar. Jika setelah jeda keinginannya masih ada dan uangnya tersedia, barulah pertimbangkan.

Catat Pengeluaran dan Mulai Berinvestasi.

Mencatat pengeluaran harian, meski terlihat sepele, terbukti membuat seseorang lebih sadar dan berhati-hati dalam menggunakan uang. Cukup gunakan aplikasi di ponsel atau buku kecil secara konsisten. Selain mencatat, mulailah juga menyisihkan sebagian untuk investasi. Saat ini mahasiswa sudah bisa berinvestasi melalui reksa dana pasar uang mulai dari sepuluh ribu rupiah di aplikasi yang terdaftar OJK. Prinsipnya: sisihkan dulu sebelum dihabiskan, bukan menabung dari sisa.

Kebiasaan finansial yang dibangun sejak bangku kuliah akan sangat menentukan kesiapan menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Bagi mahasiswa manajemen, memahami literasi keuangan bukan hanya soal mengatur uang pribadi, tetapi juga latihan nyata menerapkan prinsip manajemen keuangan yang kelak relevan di dunia kerja.