PKM Teknik Industri UNPAM: Bunga Telang dan Daun Sirih untuk Produk Rumah Tangga
Tulisan dari Lukman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemanfaatan Bunga Telang dan Daun Sirih sebagai Bahan Dasar Produk Kebutuhan Rumah Tangga
Tajurhalang, Kabupaten Bogor - Program PKM ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian kader PKK dalam memanfaatkan potensi lokal. Sekelompok mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dibimbing oleh dosen pembimbing, Bapak Fredy Dwi Ibnu Saputra, S.T., M.T. Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa, yaitu Lukman (ketua), Ahmad Fadillah, Bima Bagus Prasetyo, M. Al Ghifari Ramadhan, dan Satria David Reindra. Mengusung tema “Proses Produksi Sabun Cuci Tangan Cair Berbahan Dasar Daun Sirih untuk Mendukung Program Posyandu”, kegiatan berlangsung pada hari Kamis-Jumat, 1-2 Oktober 2026 di Desa Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini diikuti oleh 18 kader PKK Desa Citayam, serta didukung oleh pengurus PKK dan perangkat desa setempat. Tujuan utamanya adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada kader dalam mengolah daun sirih (Piper betle), tanaman yang mudah ditemukan di pekarangan warga, menjadi sabun cuci tangan cair yang terjangkau dan dapat mendukung kegiatan Posyandu.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Fitri Arianti selaku Ketua PKK dan Bapak Salim Ibrahim selaku Ketua RW 05 yang mengapresiasi upaya mahasiswa UNPAM dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada kader. Semangat serupa disampaikan oleh Ketua Pelaksana, yang menekankan pentingnya memanfaatkan potensi tanaman lokal di sekitar tempat tinggal. Sebagai simbol kerja sama dan penghargaan, plakat diserahkan kepada pihak PKK dan Ketua RW 05.
Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah bunga telang dan daun sirih menjadi produk kebutuhan rumah tangga. Latar belakangnya, kedua tanaman tersebut mudah ditemukan di pekarangan warga, tetapi belum banyak dimanfaatkan sebagai produk bernilai tambah. Daun sirih (Piper betle) dikenal dalam pengobatan tradisional karena kandungan minyak atsirinya, seperti eugenol dan kavikol, yang berkaitan dengan sifat antiseptik. Sementara itu, bunga telang dikenal luas sebagai bahan alami yang menghasilkan warna biru keunguan.
Selain menyampaikan potensi bahan alam tersebut, tim PKM juga menekankan bahwa produk yang aman dan konsisten membutuhkan proses produksi yang terstruktur, mulai dari persiapan bahan baku, formulasi, pencampuran, pengemasan, hingga pengendalian mutu. Pendekatan ini dibawa oleh mahasiswa Teknik Industri agar hasil produksi kader tidak hanya jadi, tetapi juga layak digunakan secara berkelanjutan.
Program PKM ini dirancang agar para peserta dapat:
Mengenali potensi bunga telang dan daun sirih sebagai bahan dasar produk rumah tangga.
Memahami tahapan produksi yang aman, bersih, dan terstruktur.
Mempraktikkan pembuatan produk, misalnya sabun cuci tangan cair, secara mandiri dengan biaya terjangkau.
Sebelum sesi inti dimulai, tim mengadakan diskusi awal untuk mengetahui pengetahuan awal peserta mengenai pengolahan bahan alami.
Sesi utama berlangsung interaktif dengan antusiasme dari para kader PKK. Peserta dilibatkan langsung dalam praktik (hands-on training), mulai dari memilih dan mengolah bahan, perendaman, perebusan, pencampuran, hingga pengemasan produk. Mereka juga aktif bertanya, mulai dari cara menyimpan produk, daya tahan produk, hingga peluang pemanfaatannya untuk kegiatan Posyandu.
Salah satu momen menarik dalam sesi tanya jawab adalah ketika seorang peserta bertanya "Apakah Aman Untuk semua Kulit", "Apakah Softener tersebut aman untuk baju putih" . Tim PKM UNPAM menjawab "sangat aman".
Antusiasme dan pertanyaan dari para kader menunjukkan bahwa topik pemanfaatan bahan alam lokal relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diskusi yang aktif tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menciptakan suasana saling belajar antara mahasiswa dan warga.
Kegiatan PKM yang diinisiasi mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang ini diharapkan menjadi langkah awal agar kader PKK Desa Citayam mampu memproduksi kebutuhan rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kegiatan kesehatan masyarakat seperti Posyandu.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda dalam menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Langkah kecil ini diharapkan memberi kontribusi bagi kemandirian dan kesejahteraan keluarga di Desa Citayam dan sekitarnya.

