Apa yang Kita Lihat, Perlahan Kita Ikuti: Pengaruh Influencer di Media Sosial
Tulisan dari Lusiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekarang buka media sosial rasanya nggak pernah jauh dari influencer. Ada yang bikin konten soal kehidupan sehari-hari, olahraga, kecantikan, makanan, hubungan, sampai sekadar cerita tentang kesehariannya.
Awalnya mungkin kita cuma nonton karena seru. Tapi kalau orang yang sama terus muncul di FYP setiap hari, tanpa sadar ada beberapa hal dari mereka yang mulai kita ikuti.
Bukan cuma soal barang yang dipakai. Cara ngomong, kebiasaan, gaya hidup, sampai cara melihat suatu hal juga bisa ikut terpengaruh. Kadang kita bahkan nggak sadar kalau kebiasaan baru itu awalnya datang dari konten yang sering kita lihat.
Tanpa Sadar, Kita Sering Ikutan
Pernah nggak tiba-tiba sering pakai satu kata atau istilah karena sering dengar influencer ngomong begitu?
Awalnya mungkin terdengar lucu atau menarik. Lama-lama malah jadi kebiasaan dan ikut dipakai pas ngobrol sama teman.
Nggak cuma cara ngomong. Bisa juga cara berpakaian, tempat nongkrong, olahraga yang dicoba, makanan yang lagi disukai, sampai rutinitas sehari-hari.
Misalnya, setelah sering lihat konten orang lari pagi, tiba-tiba jadi kepikiran buat mulai lari. Atau setelah sering lihat orang punya rutinitas pagi yang teratur, kita jadi pengin nyobain juga.
Yang Sering Muncul, Lama-Lama Jadi Tren
Kadang ada sesuatu yang awalnya biasa aja, tapi setelah banyak influencer mulai melakukannya, tiba-tiba jadi ramai di mana-mana.
Mulai dari olahraga, makanan, tempat nongkrong, gaya berpakaian, sampai istilah baru bisa cepat banget menyebar lewat media sosial.
Hari ini mungkin kita belum pernah dengar. Beberapa hari kemudian, FYP sudah penuh sama hal yang sama.
Karena terus-terusan lihat, akhirnya muncul rasa penasaran. Dari yang awalnya cuma nonton, lama-lama jadi pengin nyobain juga.
Saat Hidup Orang Lain Jadi Bahan Perbandingan
Media sosial biasanya cuma nunjukin sebagian kecil dari kehidupan seseorang.
Kita lihat influencer jalan-jalan, nongkrong, olahraga rutin, punya banyak teman, kariernya bagus, dan kehidupannya kelihatan seru terus.
Kalau terlalu sering lihat, kadang kita jadi membandingkan kehidupan sendiri.
“Kok hidup dia seru banget, ya?”
“Dia umur segini sudah sukses, gue kok masih gini-gini aja?”
Padahal yang kita lihat cuma bagian yang mereka pilih buat ditunjukkan. Kita nggak benar-benar tahu apa yang terjadi di balik kamera.
Ohh maksudmu di artikel influencer yang tadi, tambahan pembahasan soal pengaruh influencer yang bisa bikin orang jadi fans fanatik—sampai ketika idolanya kena gosip/kontroversi dan memang terbukti salah, masih tetap dibela.
Ketika Rasa Suka Bikin Susah Melihat Kesalahan
Pengaruh influencer kadang bisa sampai bikin seseorang merasa dekat banget sama idolanya. Karena hampir setiap hari lihat kontennya, tahu kesehariannya, dan sering dengar ceritanya, lama-lama muncul rasa kayak sudah kenal secara pribadi.
Makanya ketika influencer favorit kena gosip atau kontroversi, sebagian fans bisa langsung pasang badan. Bahkan ketika kesalahannya sudah cukup jelas, masih ada yang berusaha cari pembenaran.
Ada yang bilang, “Pasti ada alasan di balik itu,” atau langsung menganggap orang yang mengkritik sebagai haters.
Padahal suka dan mendukung seseorang bukan berarti harus membenarkan semua yang dia lakukan. Kalau memang salah, ya tetap salah. Kita masih bisa jadi penggemar tanpa harus menutup mata atau menyerang orang lain cuma karena mereka mengkritik idola kita.
Justru dari sini kelihatan kalau pengaruh seseorang di media sosial bisa cukup besar. Bukan cuma memengaruhi gaya hidup atau kebiasaan, tapi kadang juga cara kita menilai mana yang benar dan mana yang salah.
Nggak Semua Pengaruh Itu Buruk
Pengaruh influencer sebenarnya nggak selalu negatif.
Ada yang akhirnya rajin olahraga karena sering lihat konten hidup sehat. Ada yang mulai belajar, mencoba hobi baru, lebih berani tampil percaya diri, atau termotivasi mengejar sesuatu setelah melihat perjalanan orang lain.
Kadang kita memang butuh melihat orang lain lebih dulu buat akhirnya berani mencoba sendiri.
Selama pengaruhnya bikin kehidupan kita jadi lebih baik, tentu nggak ada salahnya.
Terinspirasi Boleh, Jadi Diri Sendiri Tetap Penting
Ngikutin influencer atau tren sebenarnya wajar. Apalagi sekarang media sosial sudah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tapi bukan berarti semua yang mereka lakukan harus kita ikuti.
Kehidupan setiap orang beda-beda. Apa yang cocok buat mereka belum tentu cocok buat kita. Begitu juga soal pencapaian, gaya hidup, sampai cara menjalani kehidupan.
Jadi ambil aja hal-hal yang menurut kita bagus dan bermanfaat. Sisanya nggak perlu dipaksakan.
Karena pada akhirnya, semakin sering kita melihat sesuatu, semakin normal juga hal itu terasa.
Sesekali mungkin kita perlu tanya ke diri sendiri:
“Gue memang pengin melakukan ini, atau cuma karena terlalu sering lihat orang lain melakukannya?”

