Dari MITOSIS hingga Pendampingan Prestasi: Awal Perjalanan Mahasiswa Baru FKp

Mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Airlangga
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari M Farhan Putra Zanetti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, 2026
Menjadi mahasiswa baru selalu terasa seperti membuka lembaran pertama sebuah buku: ada teman baru, lingkungan baru, dan tantangan yang belum pernah dihadapi. Tahun 2026, lembaran pertama saya di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga diisi dua kisah yang tak akan saya lupakan, yaitu MITOSIS dan Pendampingan Prestasi.
Semuanya dimulai dari MITOSIS,
Apa itu MITOSIS?
kegiatan orientasi mahasiswa baru yang berlangsung beberapa hari. Di hari pertama, kami masih saling asing. Namun, seiring tugas demi tugas dan kegiatan kelompok yang kami jalani bersama, canggung itu perlahan mencair. Kami belajar berbagi tugas, bekerja sama, dan saling menyemangati.
Saya tergabung dalam kelompok Imogene King, dan saya mendapat kepercayaan menjadi Nums, ketua kelompok. Jujur saja, amanah itu tidak selalu mudah. Saya harus mengoordinasikan anggota, memastikan tugas selesai tepat waktu, dan menjaga kekompakan. Tetapi dari situlah saya belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, dan tanggung jawab. Dukungan seluruh anggota dan pendamping kelompok membuat setiap tantangan terasa lebih ringan.
Nama kelompok kami pun terasa bermakna. Imogene King adalah tokoh keperawatan yang terkenal dengan teori pencapaian tujuan, yang menekankan bahwa tujuan tercapai lewat interaksi dan kerja sama yang baik. Kami merasakannya sendiri: ketika semua anggota terbuka dan saling bekerja sama, tujuan bersama terasa jauh lebih mudah diraih.
Bagi saya, MITOSIS bukan sekadar ospek. Ia adalah pintu masuk untuk mengenal budaya fakultas, membangun jaringan pertemanan, dan menumbuhkan rasa memiliki sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Terima kasih kepada seluruh Panitia MITOSIS 2026 yang telah membuat acara ini begitu berarti bagi Mahasiswa Baru Keperawatan 2026.
Salam hangat untuk para pendamping dan seluruh anggota kelompok Imogene King:
1. Claudya Putri R. (Serotonin)
2. Bunga Nurojatuk R. (Serotonin)
3. Luqyana Utari (Amigdala)
4. Hasna Juwita S. (Oksipital)
5. M. Farhan Putra Z. (Nums)
6. Fathir Abimayu
7. Laksamana Delmora D.
8. Stanislaus Hugo Janitra K.
9. Alisha Maulidya Sulaeman
10. Marsya Azzahra D.
11. Lawra Firsty Avrilia P.H
12. Nayla Deanatasha N.
13. Nurlaila Habibah
14. Caca Amelia
15. Sisca Putri I.
16. Lovenna Ardhian Z.
17. Intan Lintang A.
18. Yumna Aessa P.
19. Shafa Rahmida Az Zahra
20. Salsabila Putri A.
21. Dewi Febyanti Nur L.
22. Rifdah Aufa A.
23. Annajim Khumaira A.
24. Efrelia Citra P.
25. Azka Hanifah Tiani A.
26. Mega Aulia Saputri
Setelah MITOSIS usai, perjalanan berlanjut ke Pendampingan Prestasi 2026. Di sini, kami belajar dan mendapat penugasan tentang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Kompetisi Insentif Mahasiswa (KIM): bagaimana menemukan ide, menyusun gagasan, hingga menuliskannya menjadi karya yang sistematis.
Saya membentuk kelompok bersama empat teman:
1. Hisham Ahmad K.
2. M. Farhan Putra Z.
3. Marcella Adinda S.
4. Naila Nur Aini
5. Nahda Bunga N.
Setelah berdiskusi, kami memilih KIM-RSH (Riset Sosial Humaniora) dengan judul "Pengaruh IPTEK terhadap Pergeseran Pola Pikir Masyarakat dalam Memilih Childfree."
Topik ini kami pilih karena childfree sedang ramai dibicarakan, terutama oleh generasi muda. Pandangan masyarakat pun beragam, dari yang mendukung hingga yang menolak. Lewat riset ini, kami ingin memahami alasan, pandangan, dan dampak sosial budayanya lebih dalam. Bagi mahasiswa keperawatan, isu seperti ini penting, sebab kelak kami akan berinteraksi dengan masyarakat dari beragam latar belakang nilai dan keputusan hidup.
Tentu, menyusun proposal tidak selalu mulus. Ada diskusi panjang, perbedaan pendapat, dan revisi yang berulang kali. Namun justru dari proses itulah kami belajar berpikir kritis, membagi peran, dan menghargai pendapat satu sama lain.
Kini, saat menengok ke belakang, saya menyadari bahwa MITOSIS mengajarkan saya tentang kebersamaan dan kepemimpinan, sementara Pendampingan Prestasi membuka mata saya tentang pentingnya riset dan karya ilmiah. Keduanya menjadi bekal berharga di awal perkuliahan. Semoga ini baru langkah pertama untuk terus berkembang, berprestasi, dan memberi manfaat bagi sesama, sesuai semangat Keperawatan.
Jangan lupa mampir ke:
1. https://www.instagram.com/fkp_unair?obrf=MXRsejg1MWxpcmlzZg==
2. https://www.instagram.com/bemfkpunair?rpxt=MWZhM3AxeG5xMzI4dw==
3. https://www.instagram.com/mitosisfkp2026?psln=MXVibnp5YXlwODExNQ==
4. https://www.instagram.com/seranursafkp26?mdxt=bnU4bDV0Z2Y4bzJp
