Konten dari Pengguna

Kurang Tidur, Turun Prestasi: Fakta yang Sering Diabaikan Mahasiswa

M Farhan Putra Zanetti

M Farhan Putra Zanetti

Mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Airlangga

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Farhan Putra Zanetti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

pov mahasiswa yang sedang melakukan sks
zoom-in-whitePerbesar
pov mahasiswa yang sedang melakukan sks

Pendahuluan

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Ketika tidur, tubuh memperoleh kesempatan untuk memulihkan energi, sementara otak memproses dan mengatur berbagai informasi yang diperoleh sepanjang hari. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa berusia 18–60 tahun dianjurkan untuk tidur setidaknya tujuh jam setiap malam. Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan emosional.

Namun, dalam kehidupan mahasiswa, mendapatkan waktu tidur yang cukup sering menjadi sebuah tantangan. Banyak mahasiswa memiliki berbagai aktivitas, seperti mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, belajar untuk ujian, mengikuti organisasi, bekerja paruh waktu, hingga melakukan aktivitas sosial. Selain itu, penggunaan telepon genggam dan media sosial pada malam hari juga dapat membuat mahasiswa tidur lebih larut. Akibatnya, waktu tidur menjadi berkurang dan pola tidur menjadi tidak teratur.

Kurangnya tidur tidak seharusnya dianggap sebagai kebiasaan biasa yang tidak memiliki dampak serius. Penelitian mengenai mahasiswa menunjukkan bahwa masalah tidur dapat berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan, terutama kemampuan belajar dan prestasi akademik. Sebuah tinjauan sistematis terhadap penelitian mahasiswa universitas menyimpulkan bahwa tidur yang tidak memadai dapat memberikan pengaruh negatif terhadap prestasi akademik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami dampak kurang tidur serta pentingnya menjaga pola tidur yang sehat.

Isi

Salah satu dampak utama kurang tidur pada mahasiswa adalah menurunnya konsentrasi kemampuan belajar dan penurunan prestasi akademik. Mahasiswa membutuhkan konsentrasi yang baik untuk memahami materi perkuliahan, mengingat informasi, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Ketika waktu tidur tidak mencukupi, mahasiswa dapat merasa mengantuk dan sulit mempertahankan perhatian selama proses pembelajaran. Kondisi tersebut dapat membuat proses belajar menjadi kurang efektif.

Hubungan antara tidur dan prestasi akademik juga didukung oleh penelitian. Okano dan rekan-rekannya meneliti mahasiswa dan menemukan bahwa kualitas, durasi, serta konsistensi tidur berkaitan dengan performa akademik yang lebih baik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidur bukan hanya berkaitan dengan rasa segar pada keesokan harinya, tetapi juga memiliki hubungan dengan keberhasilan mahasiswa dalam kegiatan akademiknya.

Selain menurunkan konsentrasi, kurang tidur juga dapat menyebabkan kelelahan fisik. Mahasiswa yang tidur terlalu sedikit mungkin merasa tubuhnya kurang bertenaga ketika menjalani aktivitas sehari-hari. Rasa lelah tersebut dapat membuat seseorang menjadi kurang produktif dan lebih sulit menyelesaikan pekerjaan. Jika mahasiswa terbiasa begadang untuk menyelesaikan tugas, waktu istirahat yang seharusnya digunakan untuk memulihkan tubuh justru berkurang.

Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan suasana hati dan kondisi psikologis. Kehidupan perkuliahan dapat memberikan tekanan karena mahasiswa harus menghadapi tugas, ujian, tuntutan akademik, serta berbagai masalah pribadi dan sosial. Kurang tidur dapat memperburuk kondisi tersebut. Sebuah tinjauan sistematis mengenai mahasiswa menemukan adanya hubungan yang kuat antara kualitas tidur dan depresi atau gejala depresi. Hubungan tersebut dapat bersifat dua arah, sehingga gangguan tidur dan masalah psikologis dapat saling memengaruhi.

Kurangnya waktu tidur juga berkaitan dengan stres pada mahasiswa. Tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap mahasiswa sarjana menemukan adanya hubungan antara kualitas tidur yang buruk atau gejala insomnia dengan stres. Hasil tersebut menunjukkan bahwa masalah tidur dan stres merupakan dua kondisi yang dapat saling berkaitan dalam kehidupan mahasiswa. Dengan demikian, menjaga tidur dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mahasiswa dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan kesehatan dirinya.

Dalam bidang akademik, dampak kurang tidur dapat menjadi semakin penting apabila berlangsung secara terus-menerus. Mahasiswa yang sering tidur larut mungkin mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasi dan produktivitas. Penelitian lain mengenai mahasiswa kedokteran juga menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dan rasa kantuk pada siang hari berkaitan dengan performa akademik yang lebih rendah. Meskipun penelitian tersebut berfokus pada mahasiswa kedokteran, temuan tersebut menunjukkan pentingnya kualitas tidur dalam mendukung proses belajar.

Untuk mengurangi dampak kurangnya tidur, mahasiswa perlu mulai menerapkan pola tidur yang lebih teratur. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membuat jadwal kegiatan sehari-hari sehingga tugas dan kegiatan akademik tidak selalu dikerjakan hingga larut malam. Mahasiswa juga dapat mengurangi penggunaan telepon genggam sebelum tidur, menghindari kebiasaan begadang yang tidak diperlukan, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

Manajemen waktu juga memiliki peran penting. Banyak mahasiswa begadang bukan karena tidak memiliki waktu, tetapi karena pekerjaan atau tugas ditunda hingga mendekati batas waktu. Dengan membuat jadwal dan menentukan prioritas, tugas dapat diselesaikan lebih awal sehingga waktu tidur tidak harus dikorbankan. Tidur yang cukup seharusnya dipandang sebagai bagian dari produktivitas, bukan sebagai kegiatan yang menghambat produktivitas.

Penutup

Kurangnya tidur merupakan masalah yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa karena dapat memberikan berbagai dampak terhadap kehidupan akademik, fisik, dan psikologis. Kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan rasa lelah, menurunkan konsentrasi, mengganggu proses belajar, serta berkaitan dengan stres dan masalah suasana hati. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kualitas dan kecukupan tidur dengan prestasi akademik mahasiswa.

Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyadari bahwa tidur yang cukup bukanlah sesuatu yang dapat terus-menerus dikorbankan demi tugas, organisasi, pekerjaan, atau hiburan. Dengan mengatur waktu secara lebih baik, mengurangi kebiasaan begadang, dan menjaga jadwal tidur yang teratur, mahasiswa dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikirannya. Pada akhirnya, pola tidur yang baik dapat mendukung mahasiswa agar lebih fokus dalam belajar, lebih produktif dalam menjalankan aktivitas, serta mampu menjalani kehidupan perkuliahan dengan lebih sehat dan seimbang.

Daftar Sumber

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). About Sleep.

Alfitriani, A., & Idealistiana, L. (2025). Hubungan pola tidur dan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada mahasiswa S1 keperawatan yang sedang menyusun skripsi di STIKes Abdi Nusantara Jakarta. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(2), 600–612. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i1.1345

Aisyahrani, A. (2025). The negative impact of sleep deprivation on students' academic performance. EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 2(2), 143–149. https://doi.org/10.70437/jedu.v2i2.18

Maisa, E. A., Andrial, A., Murni, D., & Sidaria, S. (2021). Hubungan stres akademik dengan kualitas tidur mahasiswa keperawatan tingkat akhir program alih jenjang. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 438. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i1.1345

Suardiaz-Muro, M., Morante-Ruiz, M., Ortega-Moreno, M., Ruiz, M. A., Martín-Plasencia, P., & Vela-Bueno, A. (2020). Sleep and academic performance in university students: A systematic review. Revista de Neurología.