Belajar di Balik Administrasi dan Komunikasi Lembaga: Pengalaman Magang di MSA

magang si MSA (Muhammadiyah Scholarship Agency)
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari M Ghaza Chanra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Magang menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan diterapkan dalam dunia kerja. Bagi mahasiswa Program Studi Manajemen, pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan bisnis, tetapi juga mencakup administrasi, pengelolaan keuangan, penyusunan informasi, hingga koordinasi dalam sebuah organisasi.
Pengalaman tersebut saya peroleh selama menjalani program magang di Muhammadiyah Scholarship Agency (MSA), sebuah lembaga yang bergerak dalam pengelolaan program beasiswa. Pada minggu keempat pelaksanaan magang, 19–31 Oktober 2026, saya mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang memperluas pemahaman saya mengenai pengelolaan lembaga secara lebih terstruktur dan profesional.
Memahami Pentingnya Sistem Keuangan yang Terstruktur
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian saya adalah penyusunan prosedur alur pengeluaran kas MSA. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyusun tahapan administrasi pengeluaran dana, kemudian dilanjutkan dengan revisi untuk menyempurnakan prosedur yang telah dibuat.
Selain itu, saya turut membantu menyusun dan mendata mutasi keuangan program. Melalui kegiatan tersebut, saya belajar bahwa pengelolaan keuangan tidak cukup hanya dengan mencatat transaksi. Informasi keuangan juga perlu disusun secara sistematis agar lebih mudah ditinjau dan digunakan sebagai bahan administrasi.
Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa ketelitian merupakan bagian penting dalam pekerjaan yang berkaitan dengan keuangan. Prosedur yang jelas dan pencatatan yang rapi dapat membantu mendukung keteraturan administrasi serta mempermudah proses pemeriksaan data.
Bagi saya sebagai mahasiswa Manajemen, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana prinsip pengelolaan dan pengendalian administrasi diterapkan dalam lingkungan kerja.
Media Kit sebagai Sarana Memperkenalkan Lembaga
Selain terlibat dalam kegiatan administrasi keuangan, saya juga mendapatkan tugas untuk membantu membuat media kit profil Muhammadiyah Scholarship Agency. Pekerjaan ini dimulai dengan penyusunan materi dan elemen visual, dilanjutkan dengan penyempurnaan desain hingga memperoleh fiksasi dari Direktur Keuangan, Ibu Elis.
Setelah desain selesai, media kit dicetak dan dipersiapkan untuk dikirim ke Jakarta. Saya juga mendapat kesempatan untuk mengantarkan media kit tersebut ke Stasiun Tugu Yogyakarta agar dapat dibawa ke Jakarta sesuai kebutuhan lembaga.
Rangkaian kegiatan ini mengajarkan saya bahwa pekerjaan komunikasi lembaga tidak berhenti pada pembuatan desain yang menarik. Informasi harus disusun dengan jelas, tampilan perlu diperhatikan, dan hasil akhir harus dipastikan siap digunakan sesuai tujuan pembuatannya.
Proses revisi dan fiksasi juga menjadi pelajaran tersendiri. Masukan dari pihak yang bertanggung jawab merupakan bagian penting dalam menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan lembaga. Dari sini, saya belajar untuk lebih terbuka terhadap evaluasi dan memahami bahwa hasil pekerjaan yang baik sering kali membutuhkan proses penyempurnaan.
Mengembangkan Akses Informasi Pembelajaran TOEFL dan IELTS
Pada akhir Oktober, saya memperoleh tugas untuk mencari, mengumpulkan, dan merekap data mengenai sumber pelatihan serta pembelajaran TOEFL dan IELTS. Informasi yang ditemukan kemudian disusun secara sistematis dan ditinjau kembali berdasarkan masukan mentor.
Kegiatan ini melatih kemampuan saya dalam mencari informasi, membandingkan sumber, serta menyajikan data agar lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan. Di tengah banyaknya informasi yang tersedia, proses pengumpulan data perlu dilakukan secara cermat supaya informasi yang disusun relevan dengan kebutuhan.
Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bahwa pengelolaan informasi merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung kegiatan lembaga. Data yang telah dikumpulkan perlu diolah dan disajikan dengan baik agar tidak sekadar menjadi kumpulan informasi, tetapi dapat digunakan sebagai bahan referensi.
Belajar dari Kerja Sama dan Kegiatan Organisasi
Pengalaman magang tidak hanya saya peroleh melalui pekerjaan administratif. Pada 31 Oktober 2026, saya turut berpartisipasi dalam memeriahkan lomba blind volley dalam rangka Milad Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dari rutinitas pekerjaan di kantor. Partisipasi dalam kegiatan lembaga menjadi pengingat bahwa lingkungan kerja juga membutuhkan interaksi, kebersamaan, dan kerja sama antarpihak.
Di sisi lain, berbagai tugas selama minggu tersebut mengajarkan saya pentingnya komunikasi dengan mentor dan pimpinan. Baik dalam penyusunan prosedur keuangan, pembuatan media kit, maupun pengolahan data TOEFL dan IELTS, setiap pekerjaan memerlukan arahan, evaluasi, serta kesediaan untuk melakukan perbaikan.
Hal ini memperkuat pemahaman saya bahwa kemampuan profesional tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknis, tetapi juga oleh sikap bertanggung jawab, ketelitian, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar.
Menghubungkan Teori Perkuliahan dengan Praktik Kerja
Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, saya memandang pengalaman magang di MSA sebagai kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik di lapangan.
Berbagai kegiatan yang saya jalani memperlihatkan bahwa pengelolaan organisasi melibatkan banyak aspek yang saling berkaitan. Administrasi keuangan membutuhkan ketelitian dan prosedur yang jelas. Komunikasi lembaga memerlukan penyajian informasi yang baik. Sementara itu, pengolahan data membutuhkan kemampuan mengumpulkan, menyusun, dan meninjau informasi secara sistematis.
Saya juga menyadari bahwa setiap tugas, baik yang terlihat sederhana maupun yang membutuhkan proses panjang, memiliki kontribusi terhadap kelancaran pekerjaan lembaga. Oleh karena itu, setiap tanggung jawab perlu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan disesuaikan dengan arahan yang diberikan.
Pengalaman di Muhammadiyah Scholarship Agency menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berharga bagi saya. Melalui kegiatan magang, saya tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga belajar mengenai pentingnya profesionalisme, ketelitian, komunikasi, dan tanggung jawab.
Pada akhirnya, magang bukan sekadar tentang menyelesaikan tugas yang diberikan. Lebih dari itu, magang merupakan proses membentuk pola pikir, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja. Pengalaman inilah yang menjadi bekal bagi saya untuk terus belajar dan berkembang sebagai mahasiswa
Manajemen.
