Konten dari Pengguna

KKN Mandiri 1 UM Surabaya Bantu Warga Desa Banti Rawat Genset

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Muktafin Farchan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN Mandiri 1 Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan pelatihan perawatan genset kepada warga Desa Banti, Tembagapura, Mimika, Papua, sebagai upaya menjaga pasokan listrik di wilayah pedalaman. Sumber: Foto pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN Mandiri 1 Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan pelatihan perawatan genset kepada warga Desa Banti, Tembagapura, Mimika, Papua, sebagai upaya menjaga pasokan listrik di wilayah pedalaman. Sumber: Foto pribadi.

Program ini menjadi solusi nyata menjaga pasokan listrik di wilayah pedalaman Papua yang masih mengandalkan genset sebagai sumber energi utama.

Banti, Tembagapura — Di tengah keterbatasan akses listrik di wilayah pedalaman Papua, sekelompok mahasiswa dari KKN Mandiri 1 Universitas Muhammadiyah Surabaya yang didukung oleh Divisi Maintenance Support PT. Freeport Indonesia. Mereka memberikan pelatihan perawatan genset kepada warga Desa Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, pada Senin, 21 Juli 2025.

Desa Banti adalah salah satu wilayah yang pasokan listriknya sepenuhnya bergantung pada mesin genset. Namun, keterbatasan pengetahuan teknis membuat perawatan rutin kerap diabaikan, sehingga kerusakan sering terjadi dan mengganggu aktivitas warga. Melihat kondisi tersebut, kelompok KKN ini menjadikan perawatan genset sebagai salah satu program prioritas mereka.

Pelatihan diikuti oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga dari berbagai latar belakang. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pentingnya perawatan berkala, mulai dari pengecekan oli dan bahan bakar, pembersihan filter udara, pemeriksaan aki, hingga langkah-langkah mencegah kerusakan dini. Tidak hanya teori, peserta juga diajak melakukan praktik langsung pada genset milik desa.

Ketua Kelompok KKN Mandiri 1, Muhamad Muktafin Farchan, menuturkan bahwa program ini lahir dari hasil observasi di lapangan.

“Kami melihat bahwa listrik di sini adalah kebutuhan vital, namun perawatan genset sering terabaikan. Akibatnya, mesin cepat rusak dan biaya perbaikan membengkak. Dengan pelatihan ini, kami berharap warga bisa mandiri merawat genset, sehingga pasokan listrik lebih terjamin,” ujarnya.

Warga Desa Banti, Roni Komangal, menyambut baik inisiatif tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Mahasiswa tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membimbing langsung cara perawatan yang benar. Hal ini akan membantu menghemat biaya dan memastikan listrik tetap menyala untuk kebutuhan rumah tangga, sekolah, dan fasilitas umum,” katanya.

Mahasiswa KKN Mandiri 1 Universitas Muhammadiyah Surabaya memberikan pelatihan perawatan genset kepada warga Desa Banti, Tembagapura, Mimika, Papua, sebagai upaya menjaga pasokan listrik di wilayah pedalaman. Sumber: Foto pribadi.

Program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Tim KKN juga meninggalkan panduan tertulis yang dilengkapi gambar dan instruksi sederhana, sehingga warga dapat menjadikannya referensi saat melakukan perawatan di kemudian hari. Selain itu, tim KKN juga membantu memperbaiki genset yang mengalami kerusakan di bagian mesin.

Kegiatan ini merupakan bagian dari misi KKN Mandiri 1 Universitas Muhammadiyah Surabaya dengan tema “Bergerak, Berdampak”, yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program kuliah kerja nyata, tetapi juga memberikan solusi praktis yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Dengan adanya pelatihan ini, warga Desa Banti kini memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam menjaga sumber listrik mereka. Harapannya, langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi kelangsungan hidup masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

Muhamad Muktafin Farchan, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surabaya.