PR IPM SMK Muhammadiyah Lambu Kibang Gelar PKTM 1, Siapkan Kader Masa Depan
Tulisan dari M Saiful Hadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

LAMBU KIBANG, 30 Oktober 2026 — Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah Lambu Kibang resmi membuka kegiatan Pelatihan Kader Taruna Melati 1 (PKTM 1), Jumat (30/10/2026), di lingkungan SMK Muhammadiyah Lambu Kibang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam ini mengangkat tema “Membentuk Kader dan Menggerakkan Perubahan”.
Pelaksanaan PKTM 1 menjadi salah satu upaya organisasi pelajar di lingkungan sekolah untuk membangun kapasitas kader, menanamkan nilai-nilai organisasi, serta menyiapkan generasi penerus yang mampu mengambil peran dalam kehidupan sekolah dan masyarakat.
Kepala SMK Muhammadiyah Lambu Kibang, Bambang Wiyono, S.E., menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah memberikan ruang kepada PR IPM untuk merancang proses kaderisasi agar nilai-nilai perjuangan organisasi dapat dipahami dan diwujudkan oleh para pelajar.
“Kami memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada PR IPM untuk mengemas dan memberikan kurikulum sehingga apa yang tertuang dalam Mars IPM ini bisa diwujudkan untuk menjadi kader di masa depan yang lebih militan,” kata Bambang Wiyono.
Pernyataan tersebut menunjukkan dukungan sekolah terhadap peran organisasi pelajar sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan. Melalui kegiatan kaderisasi, siswa diharapkan tidak hanya mengenal organisasi secara struktural, tetapi juga memahami tanggung jawab, kedisiplinan, dan nilai-nilai yang menjadi landasan gerakan.
Kader diharapkan membawa manfaat bagi lingkungan
Pesan mengenai karakter kader juga disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulang Bawang Barat, Yudho Utomo, M.Pd. Ia menekankan bahwa seorang kader Muhammadiyah semestinya mampu menghadirkan pengaruh positif di mana pun berada.
“Jadi umat yang baik itu di mana saja, kapan saja, pasti memberikan aura positif dan bermanfaat kepada sekitarnya. Itulah kader Muhammadiyah,” ujar Yudho Utomo.
Pesan tersebut menempatkan kaderisasi bukan semata-mata sebagai proses pembentukan anggota organisasi, melainkan juga sebagai pembinaan sikap dan tanggung jawab sosial. Seorang kader diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
PKTM 1 merupakan bagian dari proses perkaderan formal Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Dalam sistem perkaderan IPM, Taruna Melati I menjadi tahap awal pembinaan kader sebelum melanjutkan ke jenjang perkaderan berikutnya. Proses ini diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai dasar gerakan dan membangun karakter kepemimpinan pelajar.
Dengan durasi tiga hari dua malam, kegiatan PKTM 1 di SMK Muhammadiyah Lambu Kibang diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal lebih jauh identitas, nilai, dan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi pelajar.
Tema “Membentuk Kader dan Menggerakkan Perubahan” menjadi penegasan bahwa kaderisasi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan melalui sikap, kontribusi, dan tindakan nyata setelah kegiatan berakhir.
Dukungan sekolah dan pesan dari PDM Tulang Bawang Barat menjadi bagian penting dalam pembukaan kegiatan tersebut. Selanjutnya, keberhasilan proses kaderisasi perlu dilihat dari bagaimana peserta menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan organisasi dan lingkungan sekitarnya.

