Konten dari Pengguna

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Saat Meletakkan Kedaulatan Pangan di Pundak

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari m syakwan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk negara

Masa yang akan datang kewajibanmulah

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa….

Potongan lagu wajib nasional di atas, “Bangun Pemudi Pemuda” salah satu karya musik yang diciptakan oleh Alfred Simanjuntak (A. Simanjuntak) memiliki makna mendalam bagi generasi muda Indonesia. Lagu ini lahir pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, sekitar tahun 1940-an, sarat pesan moral dan semangat kebangsaan yang ditujukan kepada para pemuda dan pemudi sebagai penerus bangsa. Saat ini kita memang tidak sedang perang tidak pula sedang dijajah. Tapi, negara ini tengah berjuang menyiapkan pangan bagi 286 juta rakyatnya.

Mengupas lagu ciptaan Ibu Sud, “Ayo kawan kita bersama menanam jagung di kebun kita …. ambil cangkulmu, ambil pangkurmu… kita bekerja tak jemu-jemu

cangkul, cangkul, cangkul yang dalam …tanah yang longgar jagung kutanam”

Lagu “Menanam Jagung” ini, memberi warna dan semangat agar kita generasi muda bekerja menyiapkan pangan.

Hari ini, tidak impor beras itu terbukti, swasembada pangan pasti ! Lalu, bagaimana dengan swasembada pangan berkelanjutan? Apakah pangan dan swasembada itu berhenti saat kabinet berakhir? Tentu tidak. Pundak kita pemuda - pemudi bangsa mengemban kewajiban ini.

Selain alih fungsi dan perubahan iklim, ketersediaan tenaga kerja sektor pertanian terutama regenerasi petani menjadi tantangan dalam mencapai target swasembada pangan. Menjawab tangtangan itu, pemerintah melalui kementrian pertanian terus menggalakkan optimalisasi lahan dan percetakan sawah rakyat melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

Melalui Brigade Pangan, Kementan berupaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan dengan meningkatkan produktivitas pertanian dengan penerapan teknologi modern dan melibatkan generasi muda.

Brigade Pangan mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektar per brigade. Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas ( 15 orang / BP ) dengan teknologi canggih. Program ini membuka peluang bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam mendukung swasembada pangan.

Saat ini, jumlah Brigade Pangan yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 Provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025 dari target pembentukan 4.224 Brigade Pangan. Selain itu, Kementan telah mencanang tiga juta hektar sawah baru di persiapkan untuk gernerasi milenial, generasi Z ( KICK ANDI, Metro TV 20/10/2025, Jalan Terjal Pilihan Amran).

Penutup, tidak impor beras itu terbukti, Swasembada pasti, saatnya kita generasi muda menguwudkan swasembada berkelanjutan. Pahlawan bukan hanya para pejuang, bukan pula hanya membawa mendali mengharumkan bangsa. Pahlawan bukan pula hanya penyumbang devisa, guru dan lain sebagainya. Menyiapkan pangan bagi bangsa ini pun adalah pahlawan.