Rapat Anggota PKPT IPNU IPPNU UNIQHBA IAIQH, Momentum Mencetak Kader Berdaya
Tulisan dari Muhammad Ardhi Hermawan(Mahasiswa) tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lombok Tengah - Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Universitas Qomarul Huda Badaruddin (UNIQHBA) Institut Agama Islam Qomarul Huda (IAIQH) menggelar Rapat Anggota Komisariat pada Ahad (27/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kaderisasi, konsolidasi, dan arah gerakan organisasi.
Rapat Anggota Komisariat yang dimulai pukul 08.00 WITA itu mengusung tema “Kader Berdaya, Komisariat Bermakna: Menatap Akselerasi Gerakan IPNU-IPPNU di Tengah Gelombang Perubahan.” Tema tersebut merefleksikan pentingnya membangun kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan keilmuan, serta kepedulian terhadap dinamika sosial.
Ketua PKPT IPNU UNIQHBA IAIQH, Rekan Budi Riski Saputra, dalam sambutannya menekankan pentingnya komisariat sebagai ruang pengembangan potensi dan pembentukan karakter kader. Organisasi, menurut pesan yang disampaikan, tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga tempat bagi kader untuk belajar, berproses, dan mengembangkan kemampuan dalam menjalankan tanggung jawab.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat berorganisasi serta memperkuat solidaritas demi mendorong kemajuan komisariat, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun di tengah masyarakat.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Cabang IPNU Lombok Tengah. Dalam arahannya, ia mendorong kader agar tetap aktif dalam menjalankan roda organisasi, menjaga kekompakan, serta menjadikan proses kaderisasi sebagai landasan dalam membangun generasi muda Nahdlatul Ulama yang berintegritas dan memiliki wawasan keislaman.
Sementara itu, Pembina PKPT IPNU UNIQHBA IAIQH, Rekan Senior M. Safari Al Bunduduki, turut memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai organisasi dan tradisi kaderisasi. Ia mengingatkan bahwa pengalaman berorganisasi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter, kedewasaan berpikir, serta kemampuan kepemimpinan.
Menurutnya, kesinambungan komunikasi antara pengurus, kader, dan pembina menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Dengan demikian, kader diharapkan mampu meneruskan perjuangan organisasi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Camat Pringgarata yang memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Rapat Anggota Komisariat PK IPNU-IPPNU UNIQHBA IAIQH.
Dalam kesempatan itu, Camat Pringgarata menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan organisasi kepemudaan di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan semacam ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, membangun kepemimpinan, dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
Pembukaan secara resmi oleh Camat Pringgarata menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Rapat Anggota Komisariat. Forum tersebut menjadi wadah bagi kader untuk melakukan evaluasi, memperkuat konsolidasi internal, serta membahas keberlanjutan program dan arah gerakan organisasi.
Melalui rapat anggota ini, PK IPNU-IPPNU UNIQHBA IAIQH berupaya memperkuat peran komisariat sebagai ruang kaderisasi yang mampu melahirkan generasi muda yang berdaya, berintegritas, dan memiliki tanggung jawab sosial.
Semangat “Kader Berdaya, Komisariat Bermakna” diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja nyata, penguatan solidaritas, serta kontribusi kader dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

