Konten dari Pengguna

Tim Dosen Ilmu Komunikasi Unpam Latih Relawan Benah soal Branding dan Komunikasi Organisasi

Kerja sama dosen-dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang dan Para Sukarelawan Komunitas Pilah Sampah Benah, Ciputat (30/10)
zoom-in-whitePerbesar
Kerja sama dosen-dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang dan Para Sukarelawan Komunitas Pilah Sampah Benah, Ciputat (30/10)

Ciputat – Sebanyak 12 sukarelawan Komunitas Pilah Sampah Benah mengikuti pelatihan penguatan kapasitas komunitas di Bayshore Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua materi utama, yakni Branding 101 dan komunikasi organisasi, untuk mendukung pengembangan komunitas dalam mengelola kegiatan serta menyampaikan nilai-nilai positif kepada masyarakat.

Pelatihan tersebut dilaksanakan oleh empat dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang (Unpam), yaitu Mahisa Dwi Prastowo, Catur Wulandari, Ramadhani Utami Dewi, dan Choirunnisa.

Benah merupakan komunitas sukarelawan yang bergerak dalam kegiatan pengumpulan dan pemilahan sampah. Hasil penjualan sampah yang telah dipilah dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan Kuttab Al Fatih Ciputat dan kegiatan sosial lainnya. Nama Benah sendiri merupakan singkatan dari Bersih Menjemput Berkah, yang mencerminkan nilai kebersihan dan semangat berbagi dalam aktivitas komunitas.

Melalui materi Branding 101, para sukarelawan diperkenalkan pada pentingnya membangun identitas komunitas yang kuat dan mudah dikenali. Sementara itu, materi komunikasi organisasi membahas pentingnya komunikasi yang efektif untuk memperkuat koordinasi, menyamakan pemahaman, serta menjaga keberlangsungan kegiatan komunitas.

Mahisa Dwi Prastowo menyampaikan bahwa Benah memiliki visi yang tidak hanya berorientasi pada persoalan lingkungan, tetapi juga mengandung nilai sosial dan spiritual.

“Komunitas Pilah Sampah Benah memiliki visi yang bagus sekali yaitu menjemput berkah. Dengan visi tersebut, para sukarelawan dan pemangku kepentingan memiliki tujuan yang tidak hanya sekedar pembersihan sampah saja yang itu pun sudah mulia. Namun di balik itu ada tujuan keikhlasan berbagi dengan sesama,” ujar Mahisa.

Menurutnya, visi tersebut menjadi kekuatan yang dapat membedakan Benah sekaligus memperluas makna kegiatan pemilahan sampah. Dengan komunikasi dan branding yang tepat, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas.

Koordinator Komunitas Benah, Nur Rachmawati, menyambut positif kolaborasi antara komunitas dan kalangan akademisi tersebut. Ia menilai materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan komunitas dalam mengembangkan kegiatan.

“Momen kerja sama ini bagus sekali. Penguatan komunitas yang dilakukan dosen-dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang sangat membantu komunitas kami karena kebetulan sekali kami membutuhkan pengetahuan-pengetahuan yang disajikan dalam pelatihan,” kata Nur Rachmawati.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas diharapkan dapat memperkuat kapasitas sukarelawan Benah, baik dalam membangun identitas organisasi maupun meningkatkan kualitas komunikasi internal. Dengan demikian, gerakan pemilahan sampah tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana berbagi dan memperluas kebermanfaatan sosial.