Konten dari Pengguna

Mahasiswa sedang Kehilangan Kredibilitas

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Al-Faatih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seorang mahiswa sedang menutup wajah, sumber: magnific
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang mahiswa sedang menutup wajah, sumber: magnific

Mahasiswa identik dengan seorang yang terpelajar, berpengetahuan, serta memiliki status istimewa di tengah Masyarakat. Namun, apa hari ini mahasiswa masih punya kredibilitas?

Banyak yang telah terjadi, tetapi seolah sirna karena perbudakan sistem yang makin merajalela. Perbudakan itu tak lain adalah sistem Perguruan Tinggi yang berlomba-lomba mencari akreditas belaka. Nyatanya akreditasi terpenuhi, kualitas mahasiswa tidak meningkat bahkan merosot kredibilitasnya.

Mahasiswa seharusnya menjadi pelopor perubahan untuk tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Banyak yang bangga menyandang status sebagai mahasiswa. Namun, mereka sendiri tidak tahu apa esensi menjadi seorang mahasiwa. Justru yang mereka sadari mahasiswa adalah ajang untuk menikmati uang orang tua, adu gengsi, dan ironisnya sebagai sarana mengeskpresikan diri yang seringkali terjadi dalam konotasi negatif.

Tentu hal di atas sudah amat jauh dari peran dan tujuan seorang mahasiswa. Mahasiswa seharusnya diproyeksikan sebagai tenaga ahli profesional, dan mampu meningkatkan produktivitas serta daya saing nasional (Theodore W. Schultz dalam Human Capital Theory).

Mahasiswa juga beperan sebagai agen perubahan pembangunan. Menurut Clark Kerr (1963) dalam konsep multiversity, seharusnya universitas menghasilkan inovasi dan riset yang melibatkan mahasiswa dan dosen. Sehingga universitas tidak hanya sebatas lembaga yang terikat oleh sistem pendidikan belaka, melainkan tempat lahirnya berbagai riset ilmiah yang bermutu.

Tak hanya itu, tujuan mahasiswa juga terkait kepentingan masyarakat yaitu:

1. Mahasiswa merupakan Agen perubahan sosial (agent of change). Mahasiswa memiliki peran untuk mengkritisi ketimpangan sosial dan mendorong perubahan menuju masyarakat yang lebih adil.

2. Mahasiswa adalah kaum intelektual pengontrol norna sosial. Artinya mahasiswa harus menyuarakan aspirasi rakyat dan mengawal terciptanya kebijakan publik yang baik.

3. Mahasiswa tugasnya adalah mengabdi kepada masyarakat. Sejalan dengan Konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dapat menunjukkan peranan melalui Kuliah Kerja Nyata, edukasi kesehatan dan sebagainya.

Melihat tujuan dan peran mahasiswa tersebut, mari berkaca apakah sekarang mahasiswa berperilaku ke arah yang benar atau tidak? Oleh karena itu, penting untuk memaknai bahwa status sebagai seorang mahasiswa bukanlah keinginan atau kebetulan memperoleh nasib baik semata. Namun, mahasiswa adalah pilar penting yang memiliki dampak bagi negara dan masyarakat luas.