Konten Media Partner

Gadis Belia yang Dijajakan Muncikari di Tomohon Bertarif 800 Ribu

Manado Baciritaverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi

Dua orang gadis belia asal Kota Manado, berhasil diamankan Kepolisian Resort Tomohon, saat melakukan kegiatan transaksi 'esek-esek' di salah satu hotel yang ada di Kecamatan Tomohon Selatan, Rabu (30/10) malam hari.

Bersama keduanya, juga diamankan seorang muncikari wanita dan 3 orang lelaki yang diduga adalah kaki tangan muncikari. Muncikari inilah yang bertugas untuk mencarikan pelanggan untuk kedua gadis belia yang masih berumur 16 tahun ini.

Penelusuran yang dilakukan pihak kepolisian, untuk sekali main, kedua gadis belia ini dijual dengan tarif Rp800 ribu per orang. Tempat untuk transaksi pun ditentukan oleh muncikari, dimana saat main, tim mereka berjaga di penginapan tersebut.

"Saat diamankan di penginapan, mereka sedang menunggu pelanggan yang sudah memesan datang ke tempat itu," tutur Bripka Yanny Watung, kepala tim Totosik, Kamis (31/10).

Watung mengatakan, operasi prostitusi dengan gadis belia ini cukup rapi, karena setelah melakukan transaksi di satu tempat, mereka akan berpindah ke kota lain, agar tidak tercium jejak prostitusi yang dilakukan.

"Beruntung masyarakat mau kerjasama untuk memberikan informasi terkait tindakan prostitusi ini dan berhasil dibongkar," kata Watung kembali.

Sekadar diinformasikan, Kepolisian Resort Kota Tomohon melalui tim Unit Reaksi Cepat Totosik, berhasil menggagalkan prostitusi yang melibatkan 2 gadis belia asal Kota Manado. Kedua gadis belia yang masih berusia 16 tahun ini, coba dijajakan oleh muncikari di salah satu penginapan yang ada di Kecamatan Tomohon Selatan, Rabu (30/10) tengah malam.

Selain dua gadis belia yang akan dijadikan pemuas hawa nafsu lelaki hidung belang, polisi ikut mengamankan satu wanita lain yang diduga muncikari dan dua tiga orang lelaki masing-masing RU (21), warga Kelurahan Teling Manado, CL (21) warga Kelurahan Pakowa Karombasan, DC (21), warga Kelurahan Mapanget, yang diduga sebagai kaki tangan jaringan ini.

CLS/manadobacirita