Konten Media Partner

Kandas di Solo, Sulut United Butuh Penyerang Haus Gol

Manado Baciritaverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyerang Bogor FC Sulut United, Martinus Novianto Ardi berebut bola dengan pemain belakangan PErsis Solo. Laga ini dimenangan Persis Solo dengan skor akhir 2-0 (foto: official Sulut United)
zoom-in-whitePerbesar
Penyerang Bogor FC Sulut United, Martinus Novianto Ardi berebut bola dengan pemain belakangan PErsis Solo. Laga ini dimenangan Persis Solo dengan skor akhir 2-0 (foto: official Sulut United)

Tim Gorango Utara, Bogor FC Sulut United harus mengakui keunggulan Laskar Sambernyawa Persis Solo dalam laga Liga 2 Indonesia, Senin (29/7). Dalam laga tersebut, Persis unggul 2-0 lewat gol-gol Iman Budi Hernandi di menit ke 22 dan Ugik Sugiyanto pada menit ke 30.

Dengan hasil ini, rentetan 5 pertandingan tanpa kekalahan skuad asuhan Herry Kiswanto ini harus kandas di Stadion Wilis, Madiun. Untuk Persis Solo sendiri ini adalah kemenangan pertama mereka di kandang sendiri.

Tim Bogor FC Sulut United sendiri bukan tampil buruk. Dua gol yang tercipta dalam rentang waktu yang sangat dekat tersebut, hanyalah blunder pemain yang salah memberikan operan bola kepada lawan. Sementara, untuk segi penyerangan, tim Gorango Utara justru lebih banyak menekan, walaupun tak efektif.

Bahkan, di babak kedua, 6 peluang gol berhasil diciptakan walaupun dimentahkan kiper Persis Solo, Sendri Johansyah yang tampil begitu gemilang karena selalu tepat berdiri di lokasi tempat bola ditembakan atau ditanduk pemain Bogor FC Sulut United.

Martinus Novianto Ardi, penyerang Bogor FC Sulut United yang paling banyak mendapatkan peluang, juga terkesan kurang beringas, karena sepakan maupun tandukan terkesan tidak ada yang menyulitkan kiper, karena memang sudah berdiri di posisi kemana bola itu diarahkan.

Permainan Bogor FC Sulut United yang lebih taktis karena selalu mencoba memasuki area kotak penalti, dirasa kurang efektif karena tidak memiliki striker yang haus gol. Sementara, aksi-aksi tendangan luar kotak penalti yang diperagakan sewaktu meraih kemenangan di tiga laga kandangnya mulai jarang dilakukan Wawan Samma dan koleganya di lini tengah.

Walaupun, tendangan-tendangan jarak jauh hanya sekali berhasil saat bertanding dengan Martapura FC, tapi setidaknya, konsentrasi para pemain belakang lawan akan terbagi karena harus menutup lubang di luar kotak penalti, yang tentunya, membuat para striker bisa lebih mudah dan leluasa.

Hal ini juga ditekankan pengamat sepakbola, Hairil Paputungan. Diungkapkannya, selain Playmaker yang bisa mengatur ritme permainan, Bogor FC Sulut United membutuhkan striker opportunis haus gol, yang belum ada di tubuh tim saat ini.

"Bukan mengesampingkan kemampuan Eksel Runtukahu dan Martinus yang sudah mencetak gol lebih dari satu, tetapi di sepakbola itu, butuh yang namanya striker haus gol, yang bisa menciptakan gol saat mendapatkan peluang sekecil apapun," kata Paputungan.

Dikatakan Hairil, memiliki striker haus gol akan membuat Bogor FC Sulut United lebih garang, karena didukung dengan para pemain muda yang memiliki kengototan dalam bermain.

"Tim ini sangat bagus sekarang. Masa persiapan yang sangat mepet tentu juga tidak bisa diharap lebih. Tapi buktinya hasil sudah baik. Hanya itu, jika kita punya Playmaker dan satu striker opportunis, saya kira ini akan sangat hebat jadinya," tutur wartawan senior ini.

Pelatih kepala Bogor FC Sulut United, Herry Kiswanto mengakui penyelesaian akhir sebuah peluang masih menjadi kendala tim yang diasuhnya.

“Masalah yang ada, akan kami perbaiki guna menghadapi laga laga selanjutnya," kata Herkis singkat.

manadobacirita