Konten dari Pengguna

Bangun Karakter Baku, DT Peduli Gelar Diklat Beasiswa Mahasiswa Angkatan 5

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diklatsar Beasiswa Mahasiswa Khadimul Ummah DT Peduli Jatim Angkatan ke-5 (Sumber : DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Diklatsar Beasiswa Mahasiswa Khadimul Ummah DT Peduli Jatim Angkatan ke-5 (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | SURABAYA - DT Peduli Jawa Timur (Jatim) telah menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi penerima manfaat Beasiswa Mahasiswa Khadimul Ummah (Besma KU) Angkatan 5, pada Jumat (15/8/2025) dan Sabtu (16/8/2025). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari satu malam di Kantor DT Peduli Jatim, dengan jumlah peserta sebanyak 13 penerima manfaat.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membentuk karakter peserta agar memiliki motivasi yang kuat dalam membaca, mengajar, dan menghafal Al-Quran, serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sebagai fondasi keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan.

Diklatsar Beasiswa Mahasiswa Khadimul Ummah DT Peduli Jatim Angkatan ke-5 (Sumber : DT Peduli)

Kegiatan dimulai pada hari Jumat dengan proses registrasi peserta pukul 12.30 WIB, dilanjutkan dengan pembukaan acara yang diawali oleh pembacaan tilawah, sambutan dari Kepala Kantor DT Peduli Jatim, Bangbang Sujana, serta pembacaan tata tertib oleh ketua pelaksana.

Materi pertama bertema Pengenalan Karakter Baik dan Kuat (BAKU) disampaikan oleh Bangbang Sujana, yang menekankan pentingnya membangun karakter tangguh dan berintegritas dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dan calon pemimpin umat.

Materi kedua disampaikan oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Surabaya, Ustaz Abdul Wahid Faizin, dengan tema Membentuk Karakter Qurani yang Rabbani. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa Al-Quran merupakan pedoman hidup yang membawa keberkahan, dan bahwa kedekatan dengan Al-Quran akan mengarahkan seorang muslim kepada kehidupan yang lebih terarah dan bermakna.

Pada malam hari, peserta mengikuti sesi tilawah bersama, makan malam, dan pemaparan ide serta gagasan berdasarkan tema aspek kehidupan sosial yang diperoleh melalui undian, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Kegiatan hari pertama ditutup pada pukul 22.30 WIB, dan peserta diarahkan untuk beristirahat guna mengikuti qiyamul lail pada pukul 03.00 dini hari.

Hari kedua peserta difokuskan pada kegiatan lapangan. Setelah shalat Subuh berjamaah dan menyimak kajian Manajemen Qolbu Pagi, peserta melaksanakan olahraga bersama dan pelatihan need assessment dengan target pedagang kaki lima di sekitar Pasar Pagesangan. Kegiatan dilanjutkan dengan lomba dan permainan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Diklatsar Beasiswa Mahasiswa Khadimul Ummah DT Peduli Jatim Angkatan ke-5 (Sumber : DT Peduli)

Sebagai penutup, dilakukan penunjukan ketua proyek untuk program perdana peserta, serta pemberian penghargaan kepada peserta terbaik, terfavorit, dan terdisiplin. Seluruh peserta kemudian diarahkan untuk bersiap kembali ke tempat masing-masing.

Salah seorang peserta, Bunayya, menyampaikan kesan dan harapannya,"Terkesan sekali dengan dua hari satu malam yang penuh makna. Dari Diklat Beasiswa Khadimul Ummah DT Peduli Jatim kemarin, saya mendapatkan banyak ilmu berharga, terutama pandangan yang lebih luas tentang bagaimana menjadi insan yang mampu menebar kebermanfaatan bagi sesama. Kami juga dibekali dengan pembinaan 'Karakter BAKU' yakni Karakter Baik dan Kuat sebagai bekal dalam perjalanan ke depan. Semoga kami dapat menerapkan seluruh ilmu dan binaan yang diberikan, serta menjadi kader rabbani yang manfaatnya luas."

DT Peduli Jatim berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat melalui nilai-nilai keislaman dan sosial. (Choe/Agus ID)