Konten dari Pengguna

KOPMU-DT dan CV Ardijaya Perluas Program Petani Nilam di Purworejo

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosialisasi Program Peduli Petani Sejahtera Atsiri Nilam tahap 2 di Kab. Purworejo bersama KOPMU-DT, DT Peduli dan CV Ardijaya (Sumber: DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi Program Peduli Petani Sejahtera Atsiri Nilam tahap 2 di Kab. Purworejo bersama KOPMU-DT, DT Peduli dan CV Ardijaya (Sumber: DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | PURWOREJO - KOPMU-DT bersama CV Ardijaya resmi mempersiapkan Program Peduli Petani Sejahtera Atsiri Nilam Tahap 2 di Kabupaten Purworejo, Jumat 25 September 2026. Pengembangan ini menargetkan 20 petani penerima manfaat baru dengan perluasan lahan budidaya seluas 4 hektare di Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol dan Wonosari, Kecamatan Kemiri.

Program tahap kedua ini diawali dengan sosialisasi serta survei kelayakan lahan oleh Manajer USPPS dan Program Pemberdayaan KOPMU-DT, Dodi Sutisna. Tahapan tersebut bertujuan memverifikasi kesiapan petani serta memetakan potensi lahan yang akan digunakan.

Dalam program ini, CV Ardijaya bertindak sebagai mitra ahli sekaligus offtaker (penyerap hasil panen). KOPMU-DT memberikan pendampingan teknis budidaya hingga jaminan kepastian pasar agar rantai usaha tani nilam berjalan berkelanjutan dari produksi hingga pemasaran.

"Kami tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga membangun rantai pemberdayaan yang utuh. Harapan kami, budidaya nilam ini menjadi pilar utama penggerak ekonomi masyarakat lokal di Purworejo," ujar Dodi Sutisna.

Keberhasilan skema ini dirasakan langsung oleh penerima manfaat tahap pertama, Supriyatno. Ia mengaku pendampingan intensif dan jaminan penyerapan hasil panen dengan harga stabil sangat membantu meningkatkan perekonomian keluarganya.

"Alhamdulillah, sejak bergabung kami dirangkul dari awal penanaman sampai hasil panennya langsung ditampung oleh CV Ardijaya. Hasilnya benar-benar menambah penghasilan keluarga dan harganya relatif stabil. Pengalaman ini yang membuat kami semangat mengajak petani lain ikut di tahap kedua," ungkap Supriyatno.

Melalui perluasan lahan dan penambahan kuota petani ini, KOPMU-DT dan CV Ardijaya optimistis dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Purworejo melalui komoditas minyak atsiri yang berdaya saing tinggi. (Dodi/Astri Rahmayanti)