Konten dari Pengguna

Sisa Nilam Diolah Jadi Pupuk, KOPMU-DT Perkuat Ekosistem Usaha Petani

DT Peduli

DT Peduli

Lembaga Amil Zakat Nasional Daarut Tauhiid Peduli

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari DT Peduli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolaborasi DT Peduli dan Kelompok Usaha Bersama Pupuk Kompos dan Media Tanam KOPMU-DT saat meninjau Sisa Penyulingan Nilam (Sumber: DT Peduli)
zoom-in-whitePerbesar
Kolaborasi DT Peduli dan Kelompok Usaha Bersama Pupuk Kompos dan Media Tanam KOPMU-DT saat meninjau Sisa Penyulingan Nilam (Sumber: DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | PURWOREJO - Sisa hasil penyulingan tanaman nilam di Desa Tlaga Rejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, berpotensi diolah menjadi pupuk kompos dan media tanam. Gagasan tersebut menjadi bagian dari pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Pupuk Kompos dan Media Tanam KOPMU-DT untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus memperkuat usaha petani.

Melalui KUBE, sisa daun dan bagian tanaman nilam akan diolah menjadi pupuk kompos dan media tanam, sementara batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk proses penyulingan berikutnya. Produk pupuk yang dihasilkan nantinya tidak hanya dipasarkan kepada masyarakat umum, tetapi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Penerima Manfaat (PM) Program Peduli Petani Sejahtera Atsiri Nilam dan Program Sacha Inchi.

"Harapannya, KUBE ini bukan hanya menjadi solusi pemanfaatan limbah nilam, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem usaha yang saling menguatkan," ujar Manajer USPPS dan Program Pemberdayaan KOPMU-DT, Dodi Sutisna.

Pengembangan KUBE tersebut didukung beragam potensi Desa Tlaga Rejo, mulai dari budidaya nilam dan pembibitan menggunakan polybag, peternakan kambing etawa, produksi gula aren, kerajinan besek, hingga komoditas hortikultura seperti kopi. Modal sosial berupa budaya gotong royong dan keguyuban masyarakat juga menjadi kekuatan dalam pengembangan program.

Gagasan tersebut disosialisasikan kepada 10 warga dengan didampingi perangkat desa dan tokoh masyarakat pada Kamis (24/9/2026). Warga antusias berdiskusi mengenai teknis produksi dan manfaat program.

Melalui Program Desa Sejahtera Purworejo, KOPMU-DT mendorong potensi lokal tersebut terhubung menjadi ekosistem usaha: sisa nilam diolah menjadi pupuk, pupuk mendukung budidaya petani, dan produk KUBE memiliki peluang pasar yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat. (KOPMU-DT/Astri)