Konten dari Pengguna

Pasar MBG, Pasar Unik di Tegal dengan Sistem Pembayaran Menggunakan Daun

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maulida Maharani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi

TEGAL — Berbelanja biasanya identik dengan uang tunai atau pembayaran digital. Namun, hal berbeda dapat ditemukan di Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Di Pasar MBG (Mangan Bayare Godong), pengunjung justru menggunakan daun sebagai alat pembayaran untuk membeli berbagai makanan dan barang yang tersedia.

Pasar MBG bermula dari kegiatan Car Free Day yang sebelumnya digelar di Jalan Raya Timur Pagerbarang–Randusari. Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari Minggu dan telah berjalan sekitar enam minggu. Namun, pelaksanaan Car Free Day menghadapi kendala karena jalan harus ditutup secara penuh. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan, termasuk masyarakat yang hendak menuju sawah, tidak dapat melintas dan menimbulkan keluhan dari warga.

Tidak hanya persoalan akses jalan, para pedagang juga mengeluhkan kondisi lokasi yang panas karena terkena sinar matahari. Dari kondisi tersebut kemudian muncul gagasan untuk memindahkan kegiatan ke kawasan hutan yang lebih teduh sekaligus tidak mengganggu akses pengguna jalan.

Gagasan tersebut dicetuskan oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan sebagai bentuk inovasi. Dari sinilah kemudian lahir konsep Pasar MBG dengan ciri khas yang berbeda dari pasar pada umumnya.

Keunikan utama Pasar MBG terletak pada sistem pembayarannya. Pengelola memilih daun sebagai alat transaksi karena ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Jika beberapa pasar dengan konsep serupa menggunakan koin, kayu, atau bambu, Pasar MBG memilih daun agar lebih sesuai dengan suasana lingkungan sekitar.

Pemilihan daun juga berkaitan dengan budaya dan makanan khas masyarakat setempat yang dekat dengan penggunaan daun jati, seperti ponggol godong jati dan tempe godong jati.

Sistem pembayaran di Pasar MBG dilakukan dengan menukarkan uang terlebih dahulu di loket yang tersedia di bagian depan. Pengunjung dapat menukarkan uang sesuai kebutuhan, kemudian menggunakan daun tersebut untuk bertransaksi dengan pedagang.

Dokumentasi Pribadi

Terdapat tiga warna daun dengan nominal berbeda. Daun berwarna kuning bernilai Rp1.000, daun hijau bernilai Rp2.000, sedangkan daun merah-oranye memiliki nilai Rp5.000.

Konsep tersebut sempat membuat sebagian masyarakat bingung sekaligus penasaran ketika pertama kali mengetahuinya. Namun, penggunaan daun justru menjadi salah satu daya tarik utama Pasar MBG. Pengelola menyebut konsep tersebut sengaja dipertahankan karena menjadi sesuatu yang berbeda dari pasar lainnya.

Pasar MBG tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja yang unik, tetapi juga menjadi tempat bagi para pelaku UMKM untuk berjualan.

Saat ini terdapat 52 pedagang yang tergabung di dalam kawasan Pasar MBG. Mereka terdiri atas 40 pedagang kuliner, 10 pedagang wahana permainan, dan 2 pedagang pakaian. Selain itu, terdapat 37 pedagang kaki lima yang berjualan di luar kawasan Pasar MBG atau di sekitar pinggir jalan kawasan tersebut.

Keberadaan pasar ini memberikan dampak bagi para pelaku UMKM. Berdasarkan keterangan pengelola, Pasar MBG menjadi tempat bagi pedagang untuk tetap menjalankan usahanya sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat.

Sebelumnya, sebagian pedagang juga mengalami kesulitan berjualan setelah adanya SPPG atau dapur makan gratis karena adanya makan siang di sekolah. Melalui Pasar MBG, para pedagang kaki lima kemudian dapat ditampung dan memiliki ruang untuk kembali berjualan.

Pasar MBG digelar secara rutin satu kali dalam seminggu. Pengelola memilih jadwal tersebut agar masyarakat tidak cepat merasa bosan dan tetap memiliki rasa penasaran untuk datang.

Selain menjadi tempat berjualan, Pasar MBG juga direncanakan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata di Kecamatan Pagerbarang. Pengelola menyebut masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dilengkapi, mulai dari spot-spot menarik hingga sarana dan prasarana pendukung.

Pasar MBG diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi UMKM di Kecamatan Pagerbarang. Tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, pasar ini juga diharapkan menjadi ruang hiburan bagi masyarakat Pagerbarang dan daerah sekitarnya.

Dengan konsep pembayaran menggunakan daun, Pasar MBG mencoba menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus membuka ruang bagi masyarakat dan UMKM untuk berkembang.