Konten dari Pengguna

Webinar di Masa New Normal Jadi Cara Jitu Adaptasi Brand

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maulidza Oemar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Webinar di Masa New Normal Jadi Cara Jitu Adaptasi Brand
zoom-in-whitePerbesar

Jika kita menengok satu tahun ke belakang, ada sederet perubahan dalam menjalankan kehidupan. Semakin menarik, karena beberapa di antaranya bahkan berkembang menjadi tren. Tak bisa dipungkiri, pandemi COVID-19 seakan membentuk zona kehidupan yang berhasil memposisikan hal-hal ganjil menjadi lazim. Salah satunya adalah pemanfaatan webinar dalam proses menuntu ilmu. Seminar yang dilakukan secara daring ini menjadi salah satu tren yang kini, di tahun kedua masa pandemi, masih terus melejit.

Minat Masyarakat Terhadap Tren Webinar

Berdasarkan hasil survey Imogen Communications Institute (ICI) mengenai tren webinar, laju minat masyarakat terhadap seminar daring akan terus mengalami peningkatan, khususnya selama masa kenormalan baru (new normal). Survey yang dilakukan terhadap seratus orang responden di seluruh Indonesia pada bulan Mei 2020 ini, semakin dikuatkan dengan beragam riset dan artikel ilmiah yang dilakukan baik di dalam maupun luar negeri. Webinar, dinilai tidak sekadar menjadi jalan untuk tetap belajar tanpa batasan jarak, namun juga menjadi cara mengisi waktu terbaik di tengah aktifitas domestik.

Tak heran jika penyelenggara webinar masih terus konsisten dengan ragam suguhan topik. ET-Asia misalnya, sebuah mitra pelatihan khusus, baik untuk organisasi maupun individual. Ide baru untuk menyiadakan pelatihan berbasis webinar muncul di awal masa pandemi. Sebelumnya, selama 11 tahun, aktifitas ET-Asia dipenuhi dengan pemberian pelatihan secara langsung di berbagai organisasi dan korporasi.

Debar Brand Di Masa Awal Selenggarakan Webinar

Melalui wawancara singkat bersama Deasy Widiantie, COO ET-Asia, ia menjelaskan bahwa pada awalnya, ide mengkonfersi public dan inhouse training menjadi public webinar cukup menjadi dobrakan yang mendebarkan. Pasalnya, ribuan klien ET-Asia telah mengenal ET-Asia sebagai penyedia pelatihan langsung, yang dirancang dengan mendatangkan pemateri profesional melalui tatap muka.

Deasy Widiantie, COO ET-Asia

"Kita mencoba untuk sejeli mungkin meresapi keadaan, mencari jalan keluar, seperti apa kita harus berbuat. Resiko pasti ada, tapi kalau kita selalu terbatasi dengan ketakutan terhadap resiko, sampai kapanpun tak akan bisa mencapai sesuatu," ujar Deasy.

Debar tiap tim penyelanggara webinar, termasuk ET-Asia saat mengkorfensi pertemuan langsung ke dalam layar webinar, memang tak bisa dielak. Pasalnya, kebiasaan dalam memanajemen pertemuan langsung tentu berbeda dengan proses mengatur sebuah pertemuan daring untuk publik. Belum lagi soal promosi, alur registrasi termasuk pencatatan data peserta, hingga koordinasi dengan pembicara.

Namun, bagi ET-Asia, ketakutan hanya berlangsung saat tendangan awal. Nyatanya, hingga hari ini puluhan webinar gratis dan berbayar telah berhasil mereka selenggarakan. Padahal, materi yang ditawarkan sering kali bersubstansi berat dan mendetail, bahkan terkadang sangat tersegmentasi.

"Kekhawatiran hanya muncul di awal. Seketika, webinar kami berhasil menjaring peserta dari luar rencana dan target market. Mahasiswa misalnya, selalu ramai dan besar semangatnya. Laju registrasi kadang harus dibatasi, karena minat yang sangat tinggi dari publik," lanjut Deasy.

Semangat ini nyatanya tak kunjung luntur, bahkan terus mengalami peningkatan. Antusiame ini menuntut ET-Asia untuk menyusun beberapa strategi. Misalnya, selain mengadakan webinar berbayar dengan topik tersegmen, ET-Asia turut mengadakan webinar berbasis undangan, dan di lain hari mengadakan webinar dengan aturan pendaftar hanya boleh melakukan registrasi dengan menggunakan email perusahaan. "Beberapa strategi harus disusun, dengan memerhatikan topik webinar yang diangkat. Hal ini di luar perkiraan kami saat awal menyusun rencana untuk menjalanan program-program kami berbasis webinar," jelas Deasy.

Penyelenggara webinar konsisten berbagi informasi di media sosial, salah satunya adalah ET-Asia. Konten harian instagram menjadi pilihan untuk tetap bersentuhan dengan pelanggan.

Pelatihan terbaru yang diselenggarakan ET-Asia, menggandeng ADCO Law dan OON & BAZUL LLP, mengangkat judul Mediation – A Tool to Resolve Business Disputes in A Win - Win Mode, turut mengikutsertakan peserta dari 4 negara lain, yaitu Singapura, India, Korea Selatan, dan Jepang. Semakin menarik dengan mengundang pembicara dari keempat negara tersebut termasuk Indonesia. ET-Asia melalui instagram mereka, @et-asia, dengan konsisten berbagi euforia terkait webinar yang telah dan akan mereka adakan.

Dalam situasi apapun, tujuan kami tetap sama, yaitu mentransformasikan ilmu pengetahuan untuk menjadikan sumber daya manusia yang lebih professional dan berkompeten. Webinar adalah salah satu cara paling tepat untuk mewujudkan fokus kami di saat ini," tutup Deasy.