Wisata Kuliner Halal di Vietnam: Surga Baru Bagi Wisatawan Muslim

Mahasiswa Magister Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia Guru Produktif SMK Pariwisata
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Mayadhisa Ardhita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wisata halal kini menjadi salah satu tren utama dalam industri pariwisata global. Para wisatawan Muslim mencari destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga kemudahan dalam mengakses makanan halal, fasilitas ibadah, dan suasana yang ramah Muslim. Salah satu negara yang mulai menonjol dalam hal ini adalah Vietnam. Meskipun dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim, Vietnam menunjukkan potensi besar untuk menjadi destinasi wisata kuliner halal yang menarik di Asia Tenggara.
Perkembangan Wisata Halal di Vietnam
Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam secara aktif mempromosikan sektor pariwisatanya kepada wisatawan Muslim, terutama dari negara-negara seperti Malaysia, Indonesia, dan Timur Tengah. Pemerintah dan pelaku industri pariwisata mulai menyadari pentingnya menyediakan layanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim. Ini termasuk penyediaan makanan halal, tempat ibadah, dan pelatihan kepada pelaku usaha untuk memahami konsep halal.
Keunikan Kuliner Vietnam dan Adaptasi Halal
Kuliner Vietnam dikenal karena kesegarannya, penggunaan bahan-bahan alami, serta cita rasa yang ringan namun kaya rempah. Hidangan seperti pho (sup mie), banh mi (roti lapis), goi cuon (spring roll), dan berbagai jenis olahan seafood menjadi favorit wisatawan.
Beberapa restoran dan pelaku kuliner di Vietnam kini mulai menyesuaikan hidangan khas mereka agar sesuai dengan prinsip halal. Mereka mengganti bahan seperti daging babi atau alkohol dengan alternatif halal, serta memastikan proses penyembelihan sesuai syariat Islam. Di kota-kota besar seperti Ho Chi Minh City, Hanoi, dan Da Nang, restoran halal mulai bermunculan, baik yang dikelola oleh komunitas Muslim lokal maupun diaspora dari Malaysia, Indonesia, dan Timur Tengah.
Kehadiran Komunitas Muslim dan Restoran Halal
Komunitas Muslim di Vietnam memang kecil, namun cukup aktif, terutama di kawasan seperti Ho Chi Minh City (kawasan District 1 dan District 5). Terdapat beberapa masjid besar, seperti Masjid Jamiul Islamiyah dan Masjid Musulman, yang menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial. Di sekitar masjid-masjid ini, wisatawan bisa menemukan berbagai restoran halal yang menyajikan makanan khas lokal dan internasional, seperti masakan Melayu, India, Timur Tengah, dan tentu saja, adaptasi halal dari kuliner Vietnam.
Dukungan Infrastruktur dan Ramah Wisatawan Muslim
Selain kuliner, infrastruktur pariwisata Vietnam mulai dirancang agar ramah Muslim. Beberapa hotel menyediakan informasi arah kiblat, sajadah, serta pilihan menu sarapan halal. Agen perjalanan juga menawarkan paket wisata halal yang mencakup kunjungan ke masjid, restoran halal, dan atraksi budaya yang relevan.
Vietnam juga relatif aman, harga terjangkau, dan memiliki konektivitas penerbangan yang baik dari negara-negara berpenduduk Muslim, menjadikannya alternatif menarik dibanding destinasi halal yang sudah mapan seperti Malaysia dan Thailand.
Surga Kuliner Halal di Ho Chi Minh City
Di Ho Chi Minh City, Anda bisa menemukan berbagai pilihan restoran halal, mulai dari masakan Timur Tengah, India, hingga masakan lokal Vietnam yang telah disesuaikan. khususnya di Nguyen An Ninh Street, Ben Thanh Ward,District 1 sebagai pusat kota dan kawasan wisata, memiliki sejumlah restoran halal yang populer salah satunya Halal Amin Restaurant, Halal Food Hjh. Hawa,Halal Food Restaurant Haji Osmal.
Selain Restaurant banyak juga penjual penjual jajanan dipinggir jalan yang memberikan deskripsi “Halal” pada makanan yang mereka jual
Bánh Tráng Nướng adalah jajanan khas Vietnam yang sering dijuluki sebagai “Vietnamese pizza” karena tampilannya yang menyerupai pizza tipis. Hidangan ini menggunakan bánh tráng (lembaran rice paper atau kertas nasi) sebagai dasar, kemudian dipanggang di atas bara api atau wajan, dengan berbagai topping di atasnya. Awalnya populer di Da Lat, Vietnam bagian selatan, Bánh Tráng Nướng kini bisa ditemukan hampir di seluruh kota besar di Vietnam, seperti Ho Chi Minh City, Hanoi, dan Da Nang.
Secara tradisional, banyak varian Bánh Tráng Nướng menggunakan bahan tidak halal seperti daging babi atau sosis babi. Namun, dalam upaya adaptasi terhadap wisatawan Muslim, di sekitaran Ben Thanh Market ini banyak penjual menggunakan bahan-bahan halal seperti:
• Ayam cincang
• Sosis ayam
• Telur puyuh
• Sayuran dan keju
Restoran ini menyajikan perpaduan kuliner Malaysia, Indonesia, dan Vietnam dengan sentuhan halal. Beberapa menu andalannya meliputi:
• Bánh Mì Halal: Roti baguette khas Vietnam dengan isian ayam atau daging sapi, sayuran segar, dan saus spesial.
• Pho Halal: Sup mie berkuah bening dengan daging sapi atau ayam, disajikan dengan rempah segar.
• Nasi Lemak: Nasi santan dengan sambal, telur, dan lauk pilihan.
• Mee Goreng Mamak: Mie goreng khas Malaysia dengan bumbu rempah.
• Spring Roll Goreng: Lumpia goreng dengan isian sayuran dan daging.
• Salted Coffee: Kopi asin khas Hanoi yang unik dan menyegarkan.
Gambar diatas adalah salah satu set menu yang disediakan oleh Halal Food & Coffe Jamilah Restaurant yang ada di Ho Chi Minh, Vietnam Harga makanan di sini berkisar antara 100.000 hingga 200.000 VND (sekitar Rp65.000 – Rp130.000), dengan porsi yang cukup besar dan memuaskan.
Bánh Mì adalah sandwich khas Vietnam yang menggunakan roti baguette sebagai dasar, diisi dengan berbagai jenis daging, sayuran segar, dan saus khas. Nama “bánh mì” secara harfiah berarti “roti” dalam bahasa Vietnam, namun secara umum merujuk pada roti isi bergaya Vietnam ini.
Bánh mì merupakan simbol perpaduan budaya Prancis dan Vietnam, warisan dari masa kolonial Prancis di Indochina. Hasilnya adalah sandwich unik yang renyah di luar, lembut di dalam, dan penuh rasa.
Meski aslinya menggunakan daging babi dan pate dari hati babi, Bánh Mì kini banyak tersedia dalam versi halal, terutama di kawasan yang ramah Muslim seperti District 1 di Ho Chi Minh City.
Restoran halal biasanya menggunakan:
• Daging ayam atau sapi halal
• Pate dari hati ayam
• Sayuran dan saus tanpa alkohol
• Mayones tanpa kandungan babi
Vietnam, dengan segala kekayaan budaya dan kulinernya, menunjukkan potensi besar sebagai destinasi wisata halal di Asia Tenggara. Meski mayoritas penduduknya non-Muslim, berbagai pihak mulai menyadari pentingnya menyediakan layanan dan pilihan makanan yang ramah bagi wisatawan Muslim. Kehadiran kuliner khas seperti Bánh Mì versi halal dan restoran seperti Jamilah Halal Food & Coffee menjadi bukti nyata bahwa Vietnam mampu beradaptasi dan membuka diri terhadap kebutuhan pasar global yang lebih inklusif.
Dengan perpaduan cita rasa yang unik, keramahan lokal, serta dukungan infrastruktur yang kian berkembang, Vietnam tidak hanya menawarkan pengalaman wisata yang autentik, tetapi juga aman dan nyaman bagi wisatawan Muslim. Maka, tak berlebihan jika menyebut Vietnam sebagai permata baru dalam peta wisata kuliner halal dunia sebuah tujuan yang layak untuk dijelajahi dan dinikmati oleh semua kalangan.
